Kalau anak-anak hanya dianggap sebagai “pengganggu” ketika berada di masjid, lalu siapa yang akan mengisi dan memakmurkan masjid di masa depan?
Masjid bukan hanya tempat orang dewasa beribadah. Masjid juga seharusnya menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, berinteraksi, sekaligus mengenal nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan.
Semangat itulah yang coba diwujudkan oleh Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran melalui kegiatan Genius (Generasi Islami Unggul dan Santun).
Kegiatan ini merupakan program perlombaan yang secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dan berada di bawah naungan GAMA (Giat Anak Masjid Ar-Royyan).
Genius akan digelar pada Minggu (30/8/2026) di Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran. Kegiatan akan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Ragam Perlombaan
Beragam perlombaan telah disiapkan untuk memberikan ruang bagi anak-anak dalam mengekspresikan kemampuan, kreativitas, serta keberanian mereka.
Adapun cabang perlombaan yang tersedia meliputi:
- Mewarnai — tingkat TK
- Tahfidz Juz 30 Kategori A — tingkat SD/MI kelas 1–3
- Tahfidz Juz 30 Kategori B — tingkat SD/MI kelas 4–6
- Membaca Puisi — tingkat SD/MI kelas 1–2
- Storytelling — tingkat SD/MI kelas 3–6
Ketua pelaksana Genius, Farasmuhyiddinar, meyakini bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar ajang untuk menunjukkan bakat dan kemampuan anak-anak.
Lebih dari itu, perlombaan dapat menjadi sarana untuk melatih keberanian dan mental percaya diri.
“Genius bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk tampil, menunjukkan keterampilannya, dan belajar percaya diri sesuai dengan bidang yang mereka ikuti” ujar Faras.
Faras, sapaan akrabnya, merupakan bagian dari pemuda Masjid Ar-Royyan yang dikenal dengan nama Arroyyan Youth Squad.
Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan masjid harus dibangun sejak dini.
Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk mengenal masjid bukan hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.
“Harapannya, anak-anak selalu terlibat aktif dalam kegiatan berbasis kemasjidan. Ketika mereka sering dilibatkan dalam kegiatan masjid, secara tidak langsung akan tumbuh kedekatan dan kecintaan mereka terhadap masjid” lanjutnya.
Masjid Harus Jadi Ruang Tumbuh Anak
Kehadiran kegiatan seperti Genius juga menjadi pengingat bahwa masjid perlu diwarnai dengan aktivitas anak-anak.
Sebab, dari lingkungan masjid yang ramah terhadap anak, diharapkan lahir generasi penerus yang kelak mampu menjaga, menghidupkan, dan memakmurkan masjid.
Masjid tidak seharusnya menjadi ruang yang membuat anak-anak merasa takut untuk datang. Apalagi sampai memberikan kesan bahwa keberadaan mereka selalu dianggap mengganggu.
Sebaliknya, masjid harus menjadi tempat yang terbuka, nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak, tentu dengan tetap memberikan edukasi mengenai adab dan tata krama di lingkungan masjid.
Melibatkan anak dalam kegiatan masjid bukan berarti mengabaikan aturan. Justru di sanalah proses pendidikan berlangsung.
Anak belajar menghormati tempat ibadah, belajar bertanggung jawab, belajar bersosialisasi, sekaligus belajar bahwa masjid adalah bagian penting dari kehidupannya.
Sebab, kecintaan terhadap masjid tidak bisa hanya diperintahkan. Kecintaan harus ditumbuhkan melalui pengalaman.
Jangan Jauhkan Anak dari Masjid
Genius menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk menghadirkan pengalaman tersebut. Anak-anak diberikan ruang untuk datang, berinteraksi, belajar, tampil, dan berprestasi di lingkungan masjid.
Pada akhirnya, masjid yang hari ini dipenuhi suara dan aktivitas anak-anak bisa menjadi masjid yang esok hari dipenuhi oleh generasi yang siap menjaga dan memakmurkannya.
Jangan sampai kita sibuk mencari generasi penerus masjid ketika mereka sudah dewasa, tetapi lupa bahwa mereka harus dikenalkan dan didekatkan dengan masjid sejak masih anak-anak.
Karena itu, mari jadikan masjid bukan hanya tempat anak-anak belajar tentang Islam, tetapi juga tempat mereka merasa diterima, dihargai, tumbuh, dan memiliki kenangan indah.
Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan putra-putrinya mengikuti Genius, segera lakukan registrasi melalui laman berikut karena kuota peserta terbatas. Anda juga dapat menghubungi nomor berikut: 0851-1755-9504
Mari antar anak-anak kita lebih dekat dengan masjid. Karena masjid yang ramah terhadap anak hari ini adalah masjid yang memiliki generasi penerus untuk masa depan.





0 Tanggapan
Empty Comments