Majelis Tabligh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wage menggelar Pengajian Libur Nasional (PLN) edisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Hikmah, Jalan Blimbing No. 10, Wage, Taman, Sidoarjo, Selasa (25/8/2026).
Sekitar 550 jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah di sekitar Wage mengikuti pengajian yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut.
Hadir sebagai penceramah, Ustadz H. Muhammad Affan Basyaib, B.Ed., M.Ed., dari PCIM Arab Saudi.
Sejak pagi, suasana di sekitar Masjid Al-Hikmah tampak semarak. Jamaah dari berbagai ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah berdatangan secara berkelompok.
Ibu-ibu Aisyiyah dengan seragam dan jilbab kuning terlihat tiba menggunakan beberapa bemo berwarna biru muda yang kemudian memenuhi area parkir di sekitar masjid.
Dengan wajah ceria, jamaah disambut panitia PRM dan PRA Wage yang mengenakan seragam bernuansa putih. Sambutan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar panitia menghadirkan pengajian yang tidak hanya sarat ilmu, tetapi juga berlangsung dalam suasana dakwah yang menggembirakan.
Pengajian ini terbuka bagi masyarakat yang ingin hadir bersama keluarga. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya PRM Wage mendekatkan dakwah kepada masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah antara warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar.
Perkuat Keteladanan di Tengah Zaman Modern
Mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Pondasi Kehidupan di Zaman Modern”, pengajian menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali merenungkan keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Affan Basyaib menyampaikan tiga hal penting yang dapat menjadi jalan untuk memperbaiki adab sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
“Pertama, kelembutan hati,” ujarnya.
Menurutnya, kelembutan hati tercermin dalam sikap lembut, kesiapan menerima nasihat, serta kasih sayang kepada sesama.
Kedua, menjaga lisan dan berprasangka baik. Affan mengingatkan agar lisan dijaga supaya tidak menjadi sumber masalah. Di sisi lain, prasangka baik perlu dibangun dalam hubungan dengan orang lain.
“Ketiga, menahan marah dan memaafkan sesama,” lanjutnya.
Kemampuan mengendalikan amarah dan memberikan maaf, menurut Affan, merupakan bagian penting dari akhlak mulia yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Pesan tersebut semakin relevan di tengah kehidupan modern yang menghadirkan berbagai tantangan, termasuk derasnya arus informasi dan komunikasi melalui media sosial. Keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman agar umat tetap mampu menjaga hati, ucapan, dan perilaku dalam berinteraksi dengan sesama.
Melalui pengajian ini, jamaah diajak tidak berhenti pada mengenal sejarah dan kepribadian Rasulullah SAW, tetapi juga berusaha menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, dan berorganisasi.
Akhlak Rasulullah SAW diharapkan menjadi pondasi dalam membangun kehidupan yang berkarakter, penuh kasih sayang, jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
Di akhir tausiyah, Affan mengajak jamaah memulai perubahan dari dalam diri.
“Mari kita perbaiki hati, jaga lisan, dan kendalikan amarah. Insyaallah, adab akan menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Doorprize, Sarapan Pagi, dan Berbagi Sayuran
Suasana pengajian semakin semarak dengan berbagai kegiatan yang disiapkan panitia. Jamaah mendapatkan snack dan minuman, sarapan pagi, serta kesempatan memperoleh doorprize.
Panitia juga menyediakan beragam sayuran yang dapat dibawa pulang oleh jamaah.
Sembari menikmati sarapan nasi soto, jamaah mengikuti pengundian nomor kupon yang sebelumnya telah dibagikan panitia.
Salah satu jamaah yang beruntung adalah Pujiati. Di sela-sela menikmati sarapan, ia mendapati nomor kupon yang dipegangnya keluar sebagai salah satu pemenang.
Dengan penuh syukur, Pujiati mengungkapkan kegembiraannya.
“Syukur alhamdulillah, pagi ini saya mendapatkan rezeki dari Allah berupa satu paket blender yang akan saya gunakan untuk ngejus dan memasak. Terima kasih, Ya Rabb. Terima kasih panitia,” ungkapnya.
Panitia menyediakan beragam doorprize, di antaranya paket sembako, uang tunai, sarung Samarinda, hijab syar’i, buku fikih, blender, kipas angin, dan hadiah menarik lainnya.
Berbagai hadiah tersebut merupakan sumbangan dari para donatur yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan.
Bagi PRM Wage, kehadiran doorprize, sarapan, dan pembagian sayuran bukan sekadar pelengkap kegiatan. Semuanya menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan dakwah yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan.
Majelis Tabligh PRM Wage berharap Pengajian Libur Nasional ini dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menumbuhkan semangat dakwah yang membahagiakan dan menggembirakan bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments