Suasana haru sekaligus penuh semangat mewarnai pelepasan keberangkatan siswa kelas IV Qatar International Class Program (ICP) SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage, Sidoarjo, yang digelar di halaman sekolah pada Kamis (8/1/2026).
Kegiatan ini menjadi momen awal pelepasan siswa untuk mengikuti program English Intensive Bootcamp di Kampung Inggris Pare yang akan berlangsung selama 10 hari, mulai Kamis-Sabtu (8-17/1/2026).
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati, M.Pd., Kepala Urusan (Kaur) ICP, Nur Khofifah Nirmala, S.Pd., para guru pendamping, wali kelas, orang tua siswa, serta seluruh siswa kelas 4 Qatar.
Dalam sambutannya, Nur Suciati menyampaikan motivasi dan pesan kepada para siswa agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, serta menjunjung tinggi kedisiplinan.
“Ikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, serta junjung tinggi kedisiplinan,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan takut salah, karena dari kesalahan itulah anak-anak akan belajar dan berkembang,” ucapnya yang disambut antusias oleh para siswa dan orang tua.
Selanjutnya, Nur Khofifah, menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan English Intensive Bootcamp di Kampung Inggris Pare.
“Program ini dirancang untuk membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris secara aktif dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan sikap kemandirian,” jelasnya.
Ia juga berharap sepulang dari kegiatan ini para siswa mampu menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dalam keterampilan berbicara bahasa Inggris di kelas.
“Saya berharap sepulang dari kegiatan ini para siswa mampu menunjukkan perkembangan yang positif, terutama dalam keterampilan berbicara bahasa Inggris di kelas,” harapnya.
Momen paling mengharukan terjadi menjelang keberangkatan. Para orang tua dengan penuh kasih memeluk anak-anak mereka sambil memberikan doa dan motivasi.
Beberapa orang tua tampak meneteskan air mata, terharu harus berpisah dengan putra-putri tercinta selama satu pekan.
Meski demikian, suasana tetap dipenuhi rasa bangga dan harapan besar agar para siswa memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan di Kampung Inggris.
Dari sisi siswa, tampak beragam ekspresi, mulai dari antusias, bangga, hingga sedikit gugup. Sebagian siswa mengaku senang karena akan mendapatkan pengalaman baru serta berkesempatan bertemu teman-teman dari berbagai daerah.
Meski demikian, ada pula yang merasa sedih harus berpisah sementara dengan orang tua. Namun, semangat untuk belajar dan mencoba hal baru terlihat jelas terpancar dari wajah mereka.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Momen ini menjadi simbol dukungan penuh dari orang tua dan sekolah bagi siswa kelas 4 Qatar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments