Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Integrasi Nilai Dakwah Jadi Kunci Reputasi Digital Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Integrasi Nilai Dakwah Jadi Kunci Reputasi Digital Muhammadiyah
Muhammad Himawan Sutanto menjadi pemateri Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi Zona II di Narita Hotel, Tangerang, Foto: Agus Wahyudi/PWMU.CO
pwmu.co -

Integrasi nilai-nilai dakwah Islam dalam membangun dan menjaga reputasi digital Muhammadiyah sangat diperlukan.

Hal itu ditegaskan oleh Muhammad Himawan Sutanto, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Organisasi Zona II di Narita Hotel, Tangerang, Jumat (29/8/2025). Kegiatan ini akan berlangsung hingga Ahad (31/8/2025).

Dalam sesi bertajuk Integrasi Nilai Dakwah dalam Reputasi Digital, Himawan menjelaskan bahwa reputasi tidak hanya berkaitan dengan citra semata, tetapi juga erat kaitannya dengan dakwah kontemporer Muhammadiyah di ruang digital.

“Peserta pelatihan diharapkan memahami psikologi internet, mampu memetakan potensi media, serta bisa memilih narasi konten yang sesuai dengan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.

Himawan mencontohkan sebuah video pendek tentang dua orang yang berlomba pahala. Dalam video itu, seorang ibu bersedekah keset, sementara seorang pria yang disebut Si Koko justru membayar keset tersebut. Video sederhana itu mendapat respons besar dari masyarakat.

“Ini menunjukkan betapa narasi sederhana bisa memiliki daya dakwah yang luas di dunia digital. Lalu pertanyaannya, apakah brand Muhammadiyah sudah sekuat itu? Siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas reputasi organisasi? Dan apakah semua unsur Muhammadiyah sudah sadar tentang pentingnya reputasi?” ujarnya.

Menurut Himawan, reputasi adalah penilaian atau persepsi yang terbentuk terhadap individu, kelompok, organisasi, atau produk berdasarkan tindakan dan pengalaman masa lalu.

“Reputasi bersifat kolektif, dibentuk dari opini, pandangan, dan pengalaman publik,” katanya.

Dia lalu memaparkan karakteristik reputasi sebagai berikut:

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

  • Bersifat eksternal, ditentukan oleh orang lain, bukan klaim diri sendiri.
  • Terbentuk secara bertahap dari waktu ke waktu.
  • Sulit dibangun tetapi mudah rusak.
  • Tidak sepenuhnya dapat dikontrol.
  • Memiliki dampak sosial dan ekonomi, memengaruhi kepercayaan, kredibilitas, hingga peluang.

Himawan juga membagi reputasi ke dalam tiga kategori. Pertama, reputasi individu, seperti tokoh publik, guru, atau pemimpin.

Kedua, reputasi organisasi, yang meliputi citra lembaga atau institusi di mata masyarakat. Ketiga, reputasi produk/brand, yang mencakup persepsi masyarakat terhadap kualitas suatu merek atau produk.

Sementara fungsi reputasi antara lain: membangun kepercayaan dan loyalitas, menjadi daya saing di pasar, memberi keuntungan dalam hubungan sosial, menentukan peluang kerja atau kolaborasi, serta melindungi dari krisis atau serangan reputasi.

Dalam konteks era digital, Himawan menekankan reputasi sangat dipengaruhi oleh media sosial, ulasan daring, pemberitaan media, serta efek viral.

“Di era ini, reputasi digital bisa menjadi aset sekaligus ancaman. Karena itu, manajemen reputasi digital sangat penting, baik bagi individu maupun organisasi,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki modal besar dalam menjaga reputasi. Mengutip pandangan ilmuwan Amerika, Robert W. Hefner, Himawan mengatakan, “Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang berhasil mengintegrasikan amal sosial dan amal keagamaan secara beriringan, sehingga dapat menjadi model bagi dunia.”

“Modal ini harus terus dirawat. Di ruang digital, reputasi Muhammadiyah bukan hanya soal nama baik, tetapi juga bagian dari dakwah yang memberi inspirasi bagi umat dan bangsa,” timpal dia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡