Tuntunan adab di asrama
Tiap-tiap asrama yang didirikan untuk berbagai penghuni dari beragam latar belakang, dalam Islam telah diberikan aturan baku, tata-krama, tata-tertib dan adab-adabnya.
Setiap penghuni tidak serta merta bebas melakukan berbagai aktivitas di dalamnya. Apalagi mereka berperi- laku yang tidak patut dan melanggar norma- norma sosial, susila dan agama.
Karena itulah setiap penghuni asrama di lingkungan atau yang berada di bawah organisasi dan lembaga Islam perlu memperhatikan budi pekerti dan adab-adab sesuai tuntunan syari’at.
Pertama, bangunan asrama dan kelengkapannya. Bangunan asrama laki-laki terpisah jauh dengan perempuan.(QS. An Nuur:30-31). Kamar tidur juga terpisah masing-masing satu kamar satu orang plus toiletnya.
Hal ini untuk menghindari mereka saling melihat aurat walaupun sama-sama laki- laki dan perempuan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang laki-laki janganlah melihat aurat laki-laki lainnya. Begitu pula wanita janganlah melihat aurat wanita lainnya.” (HR. Muslim no. 338).
Hanya pada ruang belajar dan tempat makan bisa dijadikan satu di asrama, baik di asrama laki-laki ataupun asrama perempuan.
Kursi, alat makan, sarana mandi dan belajar sebaiknya dimiliki oleh masing-masing, kecuali dapur dan tempat buat cucinya. Hanya saja pekerja dapur dan tenaga kebersihan harus diatur tata-tertib dan adab- adabnya juga.
Seperti mereka tidak tinggal di asrama dan keluar masuk kamar penghuninya. Namun secara keseluruhan, masalah kebersihan, ketertiban dan keamanan itu menjadi tanggung jawab bersama. (QS. Al Mudatsir:38)
Kedua, kegiatan di asrama harus disusun jelas dan tegas. Jelas schedulenya. Tegas dalam hal tata-tertib, tata-aturan dan sanksinya. Schedule aktivitas di asrama di mulai dari jam 03.00 pagi dan diakhiri jam 21.00 malam.
Tata-tertib dalam asrama menyangkut aspek tidur, mandi, sarapan, ketersediaan air, kebersihan kamar dan toilet, rapih- rapih tempat tidur, pakaian bersih dan kotor. Adab -adab dalam asrama juga harus jelas, seperti, saling sapa, senyum, salam, sopan dan santun, saling menghormati sesama pengguna asrama. (QS. An Nisa:86).
Ketiga, penghuni asrama harus menjaga nama baik pribadi, keluarga dan institusi. (QS. At Tahrim:6) Setiap orang yang menjadi penghuni asrama harus berusaha menjaga nama baik diri, keluarga dan institusi tempat ia belajar, bekerja dan bernaung.
Karena itu mereka tidak berbuat negatif, mengganggu, membuat keributan, ber maksiat, zhalim dan munkar terhadap sesama penghuni, petugas dan kepala asrama. (QS. An Nahl:90, Al Furqon:19, Ar Rum:41).
Keempat, penghuni asrama menempati tempat masing-masing yang sudah ditentukan untuk dirinya. Baik kamar, tempat tidur, lemari, meja kursi dan toilet sendiri dan lain-lain tidak pindah- pindah lagi. Selain itu tidak menggambil bagian orang lain. Karena itu tidak dibenarkan tidur satu kamar, apalagi satu selimut,.
Begitu pula mereka tidak dibenarkan mandi bersama bukan suami istri dalam satu kamar mandi. Sesuai sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain. Seorang laki-laki tidak boleh tidur dengan laki-laki lain dalam satu selimut, dan seorang wanita tidak boleh tidur dengan wanita lain dalam satu selimut.” (HR. Muslim).
Kelima, penghuni asrama saling tolong-menolong dalam kebaikan. (QS. Al Maidah:2). Apabila ada diantara penghuni asrama yang mengalami suatu kesulitan atau masalah yang dihadapinya. Maka sesama penghuni harus saling membantu dan memberikan pertolongan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.





0 Tanggapan
Empty Comments