Oleh: Muhsin MK
Asrama merupakan tempat tinggal sementara bagi orang-orang yang masih dalam proses pendidikan atau pelatihan hingga lulus dan selesai tugasnya.
Asrama menjadi bagian tak terpisahkan dari kompleks pendidikan dan pelatihan yang lengkap. Merujuk pada KBBI, arti asrama adalah bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama.
Dewasa ini keberadaan asrama masih sangat diperlukan. Terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, kedinasan, kemiliteran, kepolisian dan lain-lain.
Sekolah, boarding school dan pesantren memerlukan asrama. Hal ini buat para siswa- siswinya yang dibangun secara terpisah.
Asrama perawat, militer, polisi atau sekolah perawat dan sekolah militer dan kepolisian juga memerlukan asrama. Islam memberikan tuntunan tentang bagaimana seharusnya asrama dibangun dan dikelola dengan baik dan beradab.
Sejarah Asrama dalam Islam
Awal mula yang melahirkan ide asrama dan membangunannya dalam Islam dimulai dari berdirinya masjid. Bangunan masjid Nabawi yang didirikan pertama kali saat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya hijrah telah dijadikan tempat shalat berjamaah, taklim dan bermusyawarah.
Pada perkembangannya masjid di kota Madinah Al Munawwarah ini telah menjadi tempat menampung kaum duafa yang sebatang kara tidak memiliki sanak saudara dan rumah pribadi. Mereka dikenal sebagai ahlus suffah. Mereka inilah yang tinggal sementara di masjid.
Karena itu masjid telah berfungsi sebagai asrama bagi ahlus suffah. Mereka yang memakmurkan masjid setiap hari siang dan malam.
Selain itu, mereka aktif beribadah, mengaji, menuntut ilmu, menjaga keamanan dan memelihara kebersihan masjid se hari-hari.
Mereka ini yang menjadi santri, siswa dan mahasiswa yang belajar langsung kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam di masjid. Mereka juga sebagai kaum duafa yang berhak mendapatkan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) dari Rasulullah dan para sahabatnya.
Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya menghadapi perang Badar telah membangun tenda Arisy sebagai pusat komando dan asrama tentara Islam.
Tenda-tenda itu semua dibangun oleh para sahabat menjadi tempat bermalam dan istirahat pasukan yang habis bertempur.Pembangunan tenda-tenda itupun juga dilakukan oleh pasukan musuh, kaum kafir Quraisy. Asrama dalam bentuk tenda ini juga dibuat pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan umat Islam menunaikan ibadah haji.
Asrama dalam bentuk bangunan dalam sejarah Islam baru didirikan pada zaman Utsmaniyah. Saat itu asrama berkembang menjadi fasilitas wajib (dikenal sebagai Hujrah) di kompleks institusi pendidikan (madrasah) dan pusat Madrasah Nizhamiyah: Didirikan oleh Nizam al-Mulk pada abad ke-11 di Baghdad dan berbagai kota lain..
Di Nusantara asrama mulai dibangun sejak berdirinya pesantren atau lembaga pendidikan Islam yang berasrama. Pada awalnya asrama yang digunakan sama seperti zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Mereka menggunakan masjid untuk tempat tinggal para santri. Namun kemudian asrama tumbuh dan berkembang menjadi bangunan yang terpisah, tapi dekat masjid sebagai pusat ibadah dan pendidikan Islam.
Pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang didirikan ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU dan lain-lain, sejak zaman kolonial juga sudah berasrama.
Mualimin-mualimat, pesantren dan boarding school umumnya disediakan bangunan asrama untuk siswa-siswi dan santriwan-santri- watinya secara terpisah.
Panti asuhan, ma’ahad dan kampus yang menjadi tempat pendidikan dan penyantunan anak-anak asuh dan mahasiswa-mahasiswi juga disediakan bangunan asrama. Termasuk rumah-rumah sakit Islam di Indonesia, sejak berdirinya juga sudah membangunkan asrama untuk perawat atau siswa-siswi sekolah perawat yang didirikannya.





0 Tanggapan
Empty Comments