Pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik. Bagi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat), kecerdasan siswa perlu tumbuh beriringan dengan kreativitas, keterampilan, karakter, dan penguatan nilai keagamaan.
Gagasan itu ditunjukkan Mudipat melalui penampilan puluhan siswa dalam Islamic Education Fair 2026 di Atrium Royal Plaza Surabaya, Rabu (30/9/2026). Pameran pendidikan yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 tersebut menjadi panggung bagi siswa Mudipat untuk memperlihatkan beragam potensi yang mereka kembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Dari panggung utama, penampilan siswa silih berganti menarik perhatian pengunjung. Lantunan Tahfidz dan Nasyid, ketangkasan bela diri Tapak Suci, Tari Remo dan tari tradisional, seni Yosakoi, hingga kemampuan berbahasa Inggris melalui English Exclusive ditampilkan secara bergantian.
Siswa juga menunjukkan kemampuan berkisah. Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi sekaligus memperlihatkan bagaimana sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan ekspresi diri.
Acara dipandu oleh kolaborasi MC cilik Jihan Karina Athallah, siswi kelas 4D, bersama Ustadzah Ainun Jariyah, S.I.Kom. Keduanya membawa suasana panggung tetap hidup di tengah ramainya pengunjung Royal Plaza.
Tidak hanya mengisi panggung utama, Mudipat juga menghadirkan booth pameran sekolah. Melalui booth tersebut, pengunjung dapat mengenal lebih jauh program pendidikan dan kegiatan yang dikembangkan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah SD Mudipat, Ustadzah Erfin Walida Rahmania, M.Pd., mengatakan konsep pendidikan seimbang menjadi salah satu semangat yang dibangun sekolah.

Ia menjelaskan, filosofi tersebut tercermin dalam slogan “Mudipat Hebat!”. Huruf “B” dalam kata “Hebat”, menurut Erfin, dimaknai sebagai balance atau keseimbangan.
“Di Mudipat, kami tidak hanya berfokus mencetak siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga memfasilitasi mereka agar unggul secara nonakademis melalui berbagai ekstrakurikuler,” ujarnya.
Menurut Erfin, pendidikan di jenjang sekolah dasar perlu memberi ruang yang proporsional bagi perkembangan intelektual, emosional, karakter, dan spiritual siswa.
“Pendidikan di sekolah dasar haruslah menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual dengan kematangan emosional dan akhlakul karimah, serta memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan penguatan nilai-nilai agama yang kuat,” katanya.
Ia menilai penampilan siswa dalam Islamic Education Fair 2026 menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang ketika memperoleh lingkungan pendidikan dan pembinaan yang sesuai.
“Penampilan anak-anak hari ini adalah bukti nyata bahwa setiap anak memiliki potensi emas yang siap bersinar terang jika dibina di lingkungan yang tepat,” tuturnya.
Keikutsertaan Mudipat dalam pameran tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pendekatan pendidikan yang dikembangkan sekolah, termasuk berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi ruang pengembangan bakat siswa.
Selama pameran berlangsung, Mudipat juga menyediakan informasi penerimaan siswa baru serta voucher khusus pendaftaran. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments