Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Alumni Smamita Raih Beasiswa MEXT, Imara Al Hamani Bawa Nilai Muhammadiyah ke Jepang

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Alumni Smamita Raih Beasiswa MEXT, Imara Al Hamani Bawa Nilai Muhammadiyah ke Jepang
Edwin Yogi Laayrananta, S.Pd., M.IKom., Kepala Smamita ikut melepas Miss Imara Al Hamani, S.S. di Juanda Internasional Airport. Foto: Satrio
BANNER RSI AISYIYAH MALANG
pwmu.co -

Meninggalkan sekolah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup bukanlah perkara sederhana. Bagi Imara Al Hamani, S.S., langkah menuju Jepang bukan sekadar perjalanan untuk melanjutkan studi. Ada kenangan, pengalaman berorganisasi, nilai-nilai Muhammadiyah, dan doa yang ikut ia bawa dari SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita).

Alumni Smamita tahun 2019 itu berhasil meraih beasiswa Monbukagakusho (MEXT) untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Guru sekaligus Koordinator Muhammadiyah International Class Orientation (M-ICO) Smamita tersebut dijadwalkan menjalani rangkaian studi hingga 2028 dengan durasi sekitar 1,6 tahun.

Kesempatan itu menjadi babak baru dalam perjalanan Imara. Namun, keberhasilannya tidak terlepas dari proses panjang yang telah dimulai sejak ia menjadi siswi Smamita.

“Tiga tahun menjadi siswi di Smamita rasanya menjadi salah satu proses penting dalam hidup saya. Dulu mungkin saya hanya menjalani sekolah seperti biasa, belajar, ikut kegiatan, bertemu teman dan guru,” tuturnya.

Seiring waktu, Imara menyadari berbagai pengalaman yang dijalaninya di Smamita ternyata menjadi bekal penting untuk melangkah lebih jauh.

“Setelah mendapat kesempatan menerima beasiswa ke luar negeri, saya mulai sadar bahwa banyak hal yang saya dapatkan di Smamita ternyata ikut membentuk diri saya hingga saya sampai di titik ini,” ungkapnya.

Belajar Berani Bermimpi

Menurut Imara, Smamita tidak hanya memberinya pengetahuan akademik. Lingkungan sekolah juga membentuk keberanian untuk mencoba, percaya diri, dan berani memiliki cita-cita besar.

“Di Smamita saya belajar untuk lebih percaya diri, berani mencoba hal baru, dan tidak takut punya mimpi yang besar,” katanya.

Ia juga belajar bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari perjalanan yang mudah. Rasa lelah, kegagalan, hingga keraguan menjadi bagian dari proses yang mengajarkannya untuk terus mencoba dan tidak mudah menyerah.

Bekal tersebut kemudian ia rasakan ketika harus melalui berbagai tahapan untuk meraih beasiswa MEXT.

Membawa Nilai Muhammadiyah ke Jepang

Bagi Imara, perjalanan di Smamita tidak dapat dipisahkan dari prosesnya sebagai kader Muhammadiyah. Selama tiga tahun bersekolah, ia tidak hanya menjadi bagian dari sekolah Muhammadiyah, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai yang dibawa Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

“Bukan hanya sekadar bersekolah di sekolah Muhammadiyah, tetapi perlahan belajar memahami nilai-nilai yang dibawa Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, kebermanfaatan, serta semangat agar ilmu tidak berhenti untuk diri sendiri menjadi prinsip yang terus ia pegang.

Pengalamannya sebagai kader Muhammadiyah Cabang Sepanjang juga membuat Imara merasa memiliki identitas dan nilai yang harus tetap dibawa ke mana pun ia melangkah.

Kini, ketika kesempatan belajar di luar negeri terbuka, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai tersebut.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

“Rasanya ada tanggung jawab tersendiri untuk tetap membawa nilai-nilai itu, menjaga sikap, terus belajar, dan sebisa mungkin memberikan manfaat di lingkungan yang lebih luas,” ujarnya.

Organisasi Jadi Bekal Seleksi MEXT

Selain pendidikan, pengalaman berorganisasi menjadi salah satu bagian penting yang turut membentuk diri Imara. Menurutnya, organisasi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berbicara, kepemimpinan, bersosialisasi, hingga belajar memberikan dampak bagi masyarakat.

Perjalanan organisasinya cukup panjang. Ia aktif sejak SMP hingga perkuliahan, mulai dari PR IPM Spemduta, PR IPM Smamita, PC IPM Sepanjang, HMJ EDSA UNESA, sejumlah kepanitiaan BEM FBS UNESA, hingga kini aktif di PC Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sepanjang.

Pengalaman tersebut, menurut Imara, turut membantunya ketika mengikuti proses seleksi beasiswa MEXT.

“Perjalanan mendapatkan beasiswa ini secara tidak langsung dipengaruhi oleh keikutsertaan dalam organisasi. Saat proses interview, kecakapan berbicara sangat dibutuhkan. Track record di CV juga cukup membantu,” katanya.

Bagi Imara, organisasi bukan sekadar aktivitas tambahan di luar pembelajaran. Dari organisasi, ia belajar berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, menyelesaikan persoalan, sekaligus memahami cara memberikan manfaat bagi orang lain.

Smamita, Rumah Kedua

Kini, Imara bersiap meninggalkan Smamita untuk sementara waktu dan memulai perjalanan akademiknya di Jepang. Namun, ia menyebut Smamita akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

“Bagi saya, Smamita bukan hanya tempat saya menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Smamita adalah tempat saya bertumbuh, mengenal diri sendiri, menemukan banyak kesempatan, dan belajar menjadi seseorang yang lebih berani untuk melangkah lebih jauh,” tuturnya.

Ia menyadari kesempatan belajar ke luar negeri tidak hadir secara tiba-tiba. Ada proses panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil ketika masih menjadi siswi.

“Kalau sekarang saya mendapat kesempatan belajar ke luar negeri melalui beasiswa, saya merasa perjalanan itu tidak muncul begitu saja. Ada banyak proses kecil yang dimulai dari Smamita, dari lingkungan sekolah, guru, teman-teman, kegiatan, sampai nilai-nilai Muhammadiyah yang diajarkan selama tiga tahun itu,” katanya.

Karena itu, Imara menyebut Smamita sebagai rumah kedua sekaligus tempat yang mempersiapkan dirinya mengambil langkah lebih besar.

“Tempat yang mungkin dulu terasa biasa ketika masih dijalani, tapi setelah berada di titik sekarang, baru terasa betapa banyak hal yang ternyata saya bawa dari sana,” pungkasnya.

Dari Smamita, Imara pernah belajar untuk berani bermimpi. Kini, mimpi itu membawanya melangkah ke Jepang. Ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga pengalaman, nilai Muhammadiyah, serta semangat untuk terus belajar dan memberi manfaat di ruang yang lebih luas. (*)

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu