Mendung tak menghalangi keceriaan para murid SD Mugres Kampus B melaksanakan rutinitas pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang diawali dengan apel pagi dan pembiasaan dikelas masing-masing itu dilaksanakan dengan semangat yang berbeda dari biasanya.
Hak tersebut dikarenakan murid kelas 5 dan 6 akan melaksanakan pembelajaran diluar sekolah bertajuk _outdoor activity_ yang mengusung tema kearifan lokal dengan mendatangi rumah produksi makanan khas Sidayu Gresik, bonggolan. Bonggolan yang nerupakan cikal bakal kerupuk tersebut berbahan utama ikan, tepung tapioka, gula, garam, dan bumbu aromatik seperti bawang putih.
Setelah menempuh perjalanan sejaih 25km dengan waktu tempuh kurang lebih 55 menit menuju daerah Mriyunan RT. 02 RW. 02 Sidayu Gresik, murid-murid disambut langsung oleh pemilik UD. Bonggolan Wongdayu, bapak Khoiruddin yang merupakan seorang guru SD Muhammadiyah di Sidayu Gresik.
Menurut teori yang dikemukakan oleh Robert Sibarani memandang kearifan lokal sebagai pengetahuan asli masyarakat dari nilai budaya luhur yang mengatur tatanan kehidupan sosial. Sedangkan mengenal kearifan lokal bagi murid-murid SD Mugres Kampus B yang didominasi oleh Gen Alpha yang lahir dikisaran tahun 2010 dan diera serba digital ini sangat penting agar tidak kehilangan akar budaya dan dapat dijadikan benteng dari gempuran budaya asing.
Kemampuan Berpikir Kritis
Menurut salah satu guru yang mendampingi murid-murid, dengan belajar diluar kelas seperti ini sangat penting karena diusia kelas 5 da 6 ini merupaka usia memasuki fase transisi menuju remaja dimana pada usia tersebut memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi karena kemampuan berpikir kritis mulai berkembang pesat.
Bonggolan Wongdayu yang berdiri sejak 16 Januari 2010 ini dimiliki oleh Khoiruddin ini berawal dari rumah produksi kerupuk yang tidak menggunakan ujung atau bonggol dari adonan yang akan dipotong dan dijemur karena ujung atau bonggol tersebut tidak dapat digunakan untuk kerupuk.
Khoiruddin pun mengatakan bahwa bonggolan produksi nya ini sudah terjual di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke mancanegara seperti Malaysia. Tak lupa ia berpesan kepada murid-murid untuk tetap konsisten dalam berbisnis karena dalam berbisnis dapat dilakukan berbagai inovasi agar terus abadi dalam pasaran.
Setelah selesai melihat dan praktik pada rumah produksi bonggolan, murid-murid kembali lagi ke sekolah dan melanjutkan pembelajaran dikelas seperti biasa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments