Kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar slogan bagi MI Muhammadiyah 2 Badas (MIMDA). Setiap dua pekan sekali, tepatnya pada hari Jumat, seluruh warga madrasah bergerak bersama dalam kegiatan Adiwiyata untuk membangun kebiasaan hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Pada Jumat (9/10/2026), suasana madrasah diwarnai beragam aktivitas peduli lingkungan. Para murid, guru, dan tenaga kependidikan bahu-membahu menanam tanaman, menyiram bunga, serta mencabut rumput liar di lingkungan madrasah.
Tak hanya merawat tanaman, warga MIMDA juga melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Botol air minum bekas dikumpulkan untuk disalurkan ke Rumah Sedetik sebagai bagian dari upaya mengelola sampah agar lebih bermanfaat dan tidak berakhir mencemari lingkungan.
Semangat mengurangi sampah juga diwujudkan melalui pemanfaatan ecobrick. Botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik bersih tersebut dimanfaatkan sebagai pot tanaman. Ke depan, MIMDA merencanakan penggunaan ecobrick sebagai bahan pagar alternatif pengganti batu bata.
Langkah ini menjadi bukti bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, material yang semula tidak terpakai dapat memiliki nilai guna baru.
Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini
Bagi MIMDA, kegiatan Adiwiyata bukan sekadar agenda rutin untuk membersihkan lingkungan madrasah. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana pendidikan karakter yang mengajak murid belajar melalui tindakan nyata.
Melalui aktivitas sederhana seperti menyiram bunga, memilah sampah, dan memanfaatkan barang bekas, murid dibiasakan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan. Mereka belajar bahwa menjaga kelestarian bumi dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten.
Keterlibatan seluruh warga madrasah juga memperkuat semangat gotong royong. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya mengarahkan, tetapi turut memberikan teladan melalui keterlibatan langsung dalam setiap kegiatan.
Setelah meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat daerah, MIMDA terus menggalakkan program peduli lingkungan sebagai bentuk komitmen untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas budaya lingkungan di madrasah.
“Alhamdulillah, MIMDA telah meraih penghargaan Adiwiyata di tingkat daerah. Capaian ini bukanlah akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terlebih saat ini MIMDA tengah mengikuti proses Adiwiyata tingkat nasional,” ujar Luky Fajarianto, Kepala MIMDA.
Kami juga meyakini bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari terbentuknya karakter murid yang peduli, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran menjaga kelestarian alam. Kami ingin menjadikan madrasah sebagai tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjaga bumi untuk masa depan.
Saat ini, MIMDA juga tengah menjalani proses mengikuti program Adiwiyata tingkat nasional. Upaya tersebut menjadi motivasi untuk semakin memperkuat pembiasaan ramah lingkungan, meningkatkan partisipasi seluruh warga madrasah, serta mengembangkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui gerakan Jumat Hijau yang dilaksanakan secara berkala, MIMDA berharap nilai-nilai kepedulian terhadap alam tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi turut tumbuh dalam kehidupan sehari-hari murid, baik di rumah maupun di tengah masyarakat.
Sebab, menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab hari ini, melainkan investasi bagi masa depan generasi mendatang. Dari madrasah, langkah kecil itu terus dirawat agar bumi tetap lestari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments