Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Kajian Pakem Muhammadiyah Kenjeran Tekankan Dakwah Berdampak Sosial

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Kajian Pakem Muhammadiyah Kenjeran Tekankan Dakwah Berdampak Sosial
H. Muhammad Afdillah, M.A., M.Si., Ph.D dari Lembaga Dakwah Komunitas Jawa Timur sedang menyampaikan Kajian Ahad Pagi Ketiga di masjid Al Hakim Kenjeran. Foto: Nashiiruddin
Oleh : Nashiiruddin

Dakwah tidak cukup hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga harus hadir untuk menjawab persoalan masyarakat dan mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Melalui dakwah yang membumi, warga Muhammadiyah dan Aisyiyah diharapkan mampu menjadi penggerak masyarakat yang berkemajuan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kajian Ahad Pagi ketiga (Pakem) yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran di Masjid Al Hakim, Jalan Sidotopo Wetan Mulia I Nomor 9–11, Surabaya, Ahad (18/10/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kenjeran.

Kajian kali ini mengangkat tema “Dakwah Komunitas dalam Menginspirasi Warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kenjeran Berkemajuan”. Hadir sebagai pemateri, H. Muhammad Afdillah, M.A., M.Si., Ph.D., dari Tim Lembaga Dakwah Komunitas Jawa Timur.

Tiga Dimensi Dakwah yang Saling Melengkapi

Dalam pemaparannya, Muhammad Afdillah menjelaskan bahwa dakwah komunitas tidak boleh berhenti pada penyampaian pesan keagamaan. Dakwah perlu dikembangkan melalui tiga dimensi yang saling melengkapi, yakni komunikasi agama, pelayanan sosial, dan transformasi sosial.

Pertama, komunikasi agama, yang mencakup pengajaran Al-Qur’an, pembinaan akidah dan akhlak, serta penguatan kesadaran beragama. Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat dibimbing agar memiliki landasan keimanan yang kuat sekaligus akhlak yang baik.

Kedua, pelayanan sosial, yakni perwujudan dakwah melalui tindakan nyata. Bentuknya antara lain penyelenggaraan pendidikan, layanan kesehatan, santunan bagi kelompok rentan, serta bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Ketiga, transformasi sosial, yaitu upaya mendorong perubahan yang lebih luas melalui pengorganisasian warga, advokasi kebijakan, dan penghapusan ketimpangan sosial.

Menurut Muhammad Afdillah, ketiga dimensi tersebut memiliki keterkaitan yang erat. Teologi Islam menjadi landasan, pengembangan masyarakat menjadi metode, sedangkan keadilan sosial menjadi orientasi dakwah.

Dengan demikian, keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan keagamaan yang diselenggarakan, tetapi juga dari sejauh mana dakwah mampu memberikan manfaat dan menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.

Empat Tahap Membangun Masyarakat Partisipatif

Lebih lanjut, Muhammad Afdillah memaparkan empat tahap pembangunan partisipatif yang dapat diterapkan dalam dakwah komunitas, yaitu mengamati, mendengarkan, menganalisis, dan bertindak.

Tahap mengamati dilakukan dengan mengenali kondisi masyarakat, termasuk kelompok yang mengalami kerentanan serta memiliki keterbatasan akses terhadap layanan atau sumber daya.

Tahap mendengarkan berarti memberikan ruang kepada masyarakat, terutama kelompok rentan, untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, dan persoalan yang mereka hadapi.

Berikutnya, tahap menganalisis dilakukan dengan membedakan kebutuhan mendesak dari akar persoalan. Melalui analisis yang tepat, program dakwah tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya mengatasi masalah mendasar.

Adapun tahap bertindak diwujudkan melalui perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi solusi bersama masyarakat.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Pendekatan ini menempatkan warga bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku utama dalam proses perubahan sosial.

Kajian Pakem Muhammadiyah Kenjeran Tekankan Dakwah Berdampak Sosial
Ratusan peserta menghadiri Kajian Ahad Pagi Ketiga di masjid Al Hakim Kenjeran. Foto: Nashiiruddin

Di akhir kajian, Muhammad Afdillah menegaskan bahwa dakwah berkemajuan harus dibuktikan melalui tindakan nyata.

“Ukuran dakwah berkemajuan bukan seberapa baik kita berbicara tentang kebaikan, melainkan seberapa sungguh-sungguh kita bekerja bersama mewujudkannya,” pungkasnya.

Ketua PCM Kenjeran Ajak Warga Sukseskan Milad ke-114 Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua PCM Kenjeran, H. Ali Fauzi, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan warga yang telah berkontribusi menyukseskan Kajian Ahad Pagi ketiga tersebut.

Ia juga mengapresiasi dukungan warga Muhammadiyah, simpatisan, serta para guru dari berbagai lini dalam menyukseskan peresmian gedung baru SMP Muhammadiyah 15 Surabaya dan sport center yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beberapa bulan sebelumnya.

“Ini luar biasa. Semua bisa terlaksana berkat dukungan Bapak dan Ibu guru serta simpatisan di berbagai lini,” ujarnya.

Ali Fauzi selanjutnya mengajak warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk turut menyukseskan rangkaian kegiatan Milad Muhammadiyah ke-114 yang berlangsung pada Oktober dan November 2026.

Menurutnya, rangkaian kegiatan milad akan diisi dengan berbagai agenda, antara lain pameran pendidikan, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perlombaan anak-anak yang dipusatkan di Balai Pemuda Surabaya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk menghadiri puncak peringatan Milad Muhammadiyah ke-114 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November 2026 di Lapangan Kodam V/Brawijaya.

“Mohon dukungan seluruh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk bersama-sama menyukseskan puncak Milad Muhammadiyah ke-114,” ajaknya.

Melalui Kajian Ahad Pagi ketiga ini, warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kenjeran diharapkan semakin memahami pentingnya dakwah komunitas yang memadukan penguatan iman, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Dakwah berkemajuan pada akhirnya bukan sekadar mengajak masyarakat menjadi lebih baik, melainkan juga menghadirkan tindakan nyata agar manfaat kebaikan dapat dirasakan bersama. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 18/10/2026 16:12
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu