Pelatihan MC dan Keprotokoleran yang digelar Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan menjadi ruang penguatan kapasitas kader dalam bidang public speaking dan tata acara resmi.
Kegiatan bertajuk “MC Andal & Protokol Terampil Pilar Kesuksesan ‘Aisyiyah” ini dilaksanakan dalam rangkaian Milad ke-109 ‘Aisyiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan, Kamis (14/5/2026).
Materi keprotokolan pemerintahan disampaikan oleh Dra. Dwi Budi Utami. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa keprotokolan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan acara resmi maupun kenegaraan.
Mengacu pada Permendagri Nomor 16 Tahun 2024 Pasal 1 ayat (1), keprotokolan diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai jabatan maupun kedudukannya dalam negara, pemerintahan, atau masyarakat.
Ia juga menjelaskan perbedaan antara protokol dan keprotokolan. Protokol lebih menitikberatkan pada aturan atau kaidah yang bersifat teoritis dan baku, sedangkan keprotokolan merupakan implementasi praktis di lapangan. “Jika dalam protokol disebut pejabat eselon I duduk di barisan depan, maka dalam keprotokolan petugaslah yang memastikan penempatan kursi sesuai aturan,” jelasnya.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai ruang lingkup keprotokolan yang meliputi tata tempat, tata penghormatan, tata upacara, tata pakaian, hingga pengaturan kunjungan pejabat negara, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat tertentu.
Selain itu, dibahas pula definisi acara kenegaraan dan acara resmi. Acara kenegaraan merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara terpusat dan dihadiri Presiden maupun Wakil Presiden bersama pejabat negara lainnya. Sementara acara resmi merupakan kegiatan yang diselenggarakan pemerintah atau lembaga negara dalam pelaksanaan tugas tertentu dengan menghadirkan pejabat negara maupun undangan lainnya.
Peserta juga dikenalkan dengan pedoman umum tata tempat, baik dalam posisi berjajar maupun pengaturan tempat duduk. Pemahaman tersebut dinilai penting agar penyelenggaraan acara berlangsung tertib, menghormati hierarki jabatan, dan tetap sesuai etika keprotokolan.
Tak hanya teori, pelatihan ini juga membahas pedoman penyelenggaraan upacara mulai dari tahap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan acara. Mulai penyusunan susunan acara, tata ruang, pengaturan tempat, jenis pakaian, hingga pengecekan perlengkapan upacara menjadi bagian penting yang harus diperhatikan seorang MC maupun petugas protokol.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar keprotokolan pemerintahan sekaligus meningkatkan kemampuan public speaking sebagai MC yang profesional, komunikatif, dan berwibawa dalam mendukung suksesnya berbagai kegiatan organisasi maupun acara resmi lainnya.





0 Tanggapan
Empty Comments