Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik bekerja sama dengan Lazismu Gresik menggelar pelatihan dan pembekalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik lantai 3, Kebomas, Ahad (10/5/2026).
Kegiatan bertema “Bunda Tangguh Berkarya dan Berdaya” ini diikuti oleh 27 peserta perempuan yang merupakan pelaku usaha binaan Lazismu. Mereka sebelumnya telah melalui proses seleksi dari total 48 pendaftar se-Kabupaten Gresik.
Ketua panitia, Fitriyah S.Pd, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pra-Milad Aisyiyah ke-109. Ia menegaskan bahwa konsep kegiatan kali ini berbeda dari biasanya.
“Pada momentum milad ini, kami tidak memberikan bantuan dalam bentuk sembako, melainkan menghadirkan pelatihan dan pembekalan agar para pelaku UMKM bisa berkembang secara berkelanjutan. Hasilnya nanti akan kami monitor dan evaluasi di lapangan,” ujarnya.
Fitriyah berharap materi yang diberikan para narasumber dapat diterapkan secara nyata dalam pengembangan usaha peserta. Ia juga menekankan pentingnya peran pendampingan dari Majelis Kesejahteraan Sosial di tingkat cabang Aisyiyah.
“Para peserta akan mendapatkan pendampingan lanjutan. Pendamping di cabang akan memonitor implementasi materi serta melaporkan perkembangan usaha mereka secara berkala,” tambahnya.
Filosofi “Bunda Tangguh”
Dalam kesempatan tersebut, Fitriyah juga menguraikan makna filosofis dari tema “Bunda Tangguh” sebagai representasi karakter pelaku usaha perempuan yang diharapkan terbentuk pasca pelatihan.
Tangguh merupakan akronim dari tujuh nilai utama, yaitu:
- Tawakal, bersandar kepada Allah dalam setiap keadaan;
- Amal, aktif dan produktif dalam berbagai peran;
- Gigih, pantang menyerah dalam menghadapi tantangan usaha;
- Gembira, menjaga suasana hati dan keluarga tetap positif;
- Usaha, mengedepankan ikhtiar maksimal;
- Hijrah, terus bertumbuh menuju kehidupan yang lebih baik.
“Nilai-nilai ini diharapkan menjadi karakter yang melekat pada para peserta, tidak hanya dalam berbisnis tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Hadirkan Tiga Narasumber
Pelatihan ini menghadirkan tiga narasumber dengan kompetensi di bidangnya masing-masing. Minal Abidin S.Pd., M.HES dari Lazismu Gresik menyampaikan materi tentang bisnis berbasis syariah. Sementara itu, Abdullah Faishal, pemilik Gota’an Creative dan Cetakmu.id, membahas strategi pengembangan UMKM. Adapun Iffah Nurdiyani S.T, pelaku usaha sekaligus Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan, mengupas manajemen keuangan usaha.
Hal menarik dari kegiatan ini adalah konsumsi yang disajikan berasal dari produk para peserta sendiri. Mereka lebih dulu menyelesaikan pesanan konsumsi panitia sebelum mengikuti pelatihan.
“Paket konsumsi yang dinikmati hari ini adalah hasil karya para bunda tangguh. Setelah mengantar pesanan, mereka langsung mengikuti pelatihan. Ini bukti nyata semangat dan kemandirian mereka,” ungkap Fitriyah dengan bangga. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments