Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pusdiklat UMM Kaji Ulang Sistem PPUT Demi Penguatan Kader Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Pusdiklat UMM Kaji Ulang Sistem PPUT Demi Penguatan Kader Muhammadiyah
Pelaksanaan Lokakarya PPUT di Hall Kapal Garden Sengkaling UMM. (Humas Pusdiklat/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Lokakarya Uji Publik dan Validasi Panduan Pengelolaan Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) 2026 bertajuk “Visi Strategis Pengelolaan PPUT: Meneguhkan Epistemologi Tarjih, Mencetak Ulama Tafaqquh Fiddin yang Inovatif” pada Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan berlangsung di Hall Kapal Garden Sengkaling UMM dan diikuti jajaran pimpinan kampus, mulai dari dekan Fakultas Agama Islam (FAI), direktur pascasarjana, dosen FAI, hingga kepala bagian di lingkungan Wakil Rektor V.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh mahasiswa PPUT angkatan 2024, Abdullah Ashim Al Khotami. Sementara acara dipandu menggunakan Bahasa Arab oleh mahasiswa PPUT angkatan 2025, Fideis Al Islam Rabbani.

Kepala Divisi PPUT UMM, Dr. Saiful Amin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PPUT pertama kali digagas pada 2003 saat Fakultas Agama Islam dipimpin Moh. Nurhakim.

Menurutnya, lokakarya ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali arah pengembangan PPUT agar tetap relevan dengan kebutuhan kaderisasi ulama Muhammadiyah.

“Tahun ini kami mencoba merefresh kembali bagaimana UMM bisa mencetak ulama-ulama. Draft konsep ini masih mentah, lahir dari refleksi dan keresahan bersama. Karena itu kami berharap seluruh peserta turut mengkritisi sekaligus memberikan gagasan untuk penyempurnaan panduan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, lokakarya tersebut bertujuan menguji konsep sekaligus memastikan panduan yang dirumuskan dapat diimplementasikan secara nyata dalam tata kelola PPUT ke depan.

Sementara itu, Kepala Pusdiklat UMM, Dr. Zen Amiruddin, S.Sos., M.Med.Kom., mengungkapkan bahwa PPUT membutuhkan tata kelola, kurikulum, dan sistem inkubasi kader yang lebih terstruktur dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Sejak 2003 hingga 2026 tentu PPUT mengalami banyak perubahan dan penyesuaian. Harapannya, setelah keluar dari ruangan ini, kita bisa menyepakati bersama panduan pengelolaan PPUT yang lebih baik,” katanya.

Wakil Rektor V UMM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., menegaskan bahwa PPUT UMM merupakan program pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang secara khusus berfokus pada pendidikan ulama tarjih. Ia menyebut keberlanjutan program ini penting untuk menjaga kesinambungan kader Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, ia mengutip pesan Syaiful Anwar dari Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) yang kerap mengingatkan pentingnya memahami Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah, khususnya Pasal 4 tentang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dakwah amar makruf nahi mungkar dan gerakan tajdid.

SMPM 5 Pucang SBY

“Lulusan PPUT wajib memahami dan mengamalkan PHIWM, tarjih, AD/ART, dan seluruh kebijakan Muhammadiyah. Untuk mewujudkannya, diperlukan pengelolaan yang mumpuni,” tegasnya.

Prof Tri juga menyampaikan tiga karakter utama ulama tarjih Muhammadiyah. Pertama, berilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum, karena seluruh ilmu pada hakikatnya merupakan bagian dari ilmu agama. Kedua, saleh, yakni mampu mengelola, merawat, dan memanfaatkan bumi sekaligus menjadi pemimpin masyarakat yang menjaga kelestarian lingkungan. Ketiga, bermanfaat bagi masyarakat sehingga lulusan PPUT mampu menjadi teladan di tengah kehidupan sosial.

Selain itu, Prof Tri menegaskan bahwa arah kebijakan dan regulasi PPUT harus mendukung terciptanya lulusan yang mampu berkiprah di tingkat internasional. Hal itu sejalan dengan target UMM menuju kampus bereputasi global pada 2030.

“Setelah diuji dan dilaksanakan, panduan ini juga perlu dimonitoring, dievaluasi, dikendalikan, dan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Lokakarya berlangsung dalam lima sesi utama. Sesi pertama berupa paparan draft panduan pengelolaan PPUT oleh Dr. Saiful Amin selaku Kepala Divisi PPUT. Sesi kedua membahas basis nilai, Visi Misi Tujuan Sasaran (VMTS), dan profil lulusan PPUT yang dipaparkan Direktur DPPS UMM Prof. Dr. Khozin, M.Si., bersama Asisten Rektor Bidang AIK Moh. Nurhakim, Ph.D.

Sesi ketiga mengulas struktur kurikulum, model pembelajaran, pendidik, dan peserta didik PPUT bersama Wakil Rektor I UMM Prof. Ahsanul In’am, Ph.D. Selanjutnya sesi keempat membahas lingkungan pembelajaran, struktur organisasi, dan tata kelola PPUT oleh Wakil Rektor II Dr. Ahmad Juanda.

Adapun sesi kelima mengkaji kebijakan, regulasi, dan evaluasi ekosistem PPUT bersama Wakil Rektor V Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., dan Kepala Pusdiklat Dr. Zen Amiruddin, S.Sos., M.Med.Kom.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, kritik, dan pemberian masukan dari seluruh peserta lokakarya sebagai bagian dari proses penyempurnaan panduan pengelolaan PPUT 2026.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 01/06/2026 13:48
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu