Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Akhmad Arif Rifan Ungkap Empat Pilar yang Harus Dijaga Persyarikatan

Iklan Landscape Smamda
Akhmad Arif Rifan Ungkap Empat Pilar yang Harus Dijaga Persyarikatan
Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I. saat memberikan materi di Masjid An Nur. Photo Sumardani / PWMU.CO
Oleh : Sumardani

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo menggelar agenda rutin Pengajian Ahad Pagi dengan menghadirkan Akhmad Arif Rifan, S.H.I., M.S.I., Wakil Bendahara 1 Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai pemateri.

Pengajian bertema Manhaj Nabi dalam Membangun al-Ummah al-Muslimah tersebut berlangsung di Masjid An-Nur Sidoarjo, Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Ahad (16/08/2026).

Dalam kesempatan itu, Akhmad Arif Rifan mengaku bersyukur dapat kembali hadir di tengah warga Persyarikatan Sidoarjo. Ia menyebut kehadirannya di Sidoarjo seperti pulang kampung karena sang kakek berasal dari Ngaban, Tanggulangin, Sidoarjo.

Sebelumnya, ia juga pernah hadir di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) untuk membersamai Ustaz Adi Hidayat.

Akhmad Arif Rifan menjelaskan pentingnya memahami sirah Nabi dalam membangun generasi dan memperkuat umat.

Menurutnya, nama Muhammadiyah sendiri memiliki keterikatan dengan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, warga Persyarikatan memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan sirah Nabi kepada generasi muda.

Ia mengingatkan adanya kekhawatiran apabila generasi muda tidak mengenal sejarah dan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.

Dalam hadis masyhur, Imam Malik pernah mendapat pertanyaan dari muridnya tentang bagaimana memperbaiki umat yang telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Imam Malik menjawab bahwa umat ini tidak akan menjadi baik kecuali dengan cara yang telah menjadikan generasi pertama umat ini menjadi baik.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pijakan penting untuk kembali mempelajari bagaimana Nabi Muhammad SAW mendidik generasi sahabat pertama dan menjadikannya sebagai dasar dalam memperbaiki umat.

Ia menjelaskan, upaya memperbaiki umat harus berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Akhmad Arif Rifan kemudian menjelaskan doa Nabi Ibrahim kepada Allah SWT dalam Q.S Al Baqoroh : 129 yang artinya:

Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah…..

Menurutnya, doa tersebut kemudian dikabulkan Allah sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah Ayat 151 yang artinya:

….mengutus seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui,

Ia juga menjelaskan bahwa Allah mengingatkan Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk memegang empat pilar yang termaktub dalam QS. Al-Baqarah Ayat 151 dan Q.S Ali Imron 164.

Adapun arti QS. Ali ‘Imran Ayat 164 adalah:

… Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

SMPM 5 Pucang SBY

Dua ayat tersebut, menurut Akhmad Arif Rifan, mengandung empat pilar penting yang harus dijaga untuk membangun dan menjaga umat.

Pertama, membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya.

Kedua, menyucikan jiwa mereka.

Ketiga, mengajarkan kepada mereka Kitab atau Al-Qur’an.

Keempat, mengajarkan Hikmah atau Sunnah.

Ia menjelaskan, Allah memberikan karunia yang besar kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya. Dengan memegang empat pilar tersebut, umat diharapkan dapat terhindar dari kesesatan.

Hal itu juga dijelaskan dalam QS. Al-Jumu’ah Ayat 2 yang artinya:

….meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

Di akhir pengajian, Akhmad Arif Rifan menjelaskan praktik empat pilar tersebut sebagaimana dikaitkan dengan Surat Al-Anfal ayat 74.

Menurutnya, umat Islam akan menjadi kuat apabila memiliki lima unsur, yaitu iman, hijrah, jihad fisabilillah, aawau, dan naser.

Kelima unsur tersebut, menurutnya, perlu hadir dan dijaga oleh warga Persyarikatan.

Ia juga mengingatkan pesan Nabi Muhammad SAW pada akhir hayatnya saat Haji Wada. Nabi menegaskan tentang kehormatan darah, harta, dan martabat sesama Muslim.

Pesan tersebut mengingatkan umat agar tidak melakukan kekerasan terhadap sesama Muslim, tidak menjatuhkan kehormatan sesama Muslim, serta tidak mengambil harta sesama Muslim secara batil.

Di akhir kegiatan, ia mengajak warga Persyarikatan untuk terus menjaga dan mengamalkan empat pilar tersebut, sekaligus memegang teguh pesan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh materi Pengajian Ahad Pagi tersebut dapat diakses melalui kanal YouTube.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu