SMP Muhammadiyah 11 Surabaya (Muven) merayakan pesta demokrasi sekolah melalui Pemilihan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) periode 2026-2027 pada Jumat (25/9/2026).
Berlangsung di aula dan halaman sekolah, kegiatan ini tidak hanya sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga dikemas sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler untuk memberikan pengalaman nyata kepada para siswa mengenai proses Pemilihan Umum (Pemilu).
Rangkaian acara diawali dengan berkumpulnya seluruh siswa di halaman dan aula lantai 1 secara tertib. Acara dibuka oleh Sekretaris IPM, Syawella Aulya Putri, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 58 oleh Abdullah Khoirul Azam serta pembacaan terjemahan oleh Wulan Auliya. Suasana khidmat begitu tampak saat seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars IPM secara bersama-sama.
Pembelajaran Demokrasi
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 11 Surabaya, Lanang Santoso, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya memaknai pemilihan ini sebagai ajang pembelajaran demokrasi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler agar anak-anak mendapatkan gambaran nyata mengenai Pemilu. Laksanakanlah proses ini dengan baik dan jujur. Ingatlah bahwa kader IPM adalah pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah. Semoga seluruh rangkaian acara berjalan lancar,” ujar guru Matematika itu.
Sebelum pencoblosan dimulai, 9 calon formatur IPM yang akan dipilih memperkenalkan diri. Penjelasan mengenai keterkaitan kegiatan ini dengan kokurikuler disampaikan oleh Kaur Kurikulum, Gita Syafira, M.Pd.
Untuk memastikan alur pencoblosan berjalan lancar, Naura Aisyah Aulia memberikan pemaparan mengenai tata cara dan prosedur pemungutan suara kepada seluruh siswa. Panitia telah menyiapkan empat bilik suara di aula lantai 1 untuk mempercepat proses pencoblosan. Setiap pemilih baik siswa, guru, maupun karyawan mencoblos 3 nama dari 9 calon formatur.
Proses pencoblosan berlangsung tertib dan berurutan, dimulai dari siswa kelas 7A. Alur pemungutan suara dirancang menyerupai mekanisme Pemilu yang sebenarnya:
- Siswa menandatangani daftar hadir yang disediakan panitia.
- Siswa menerima surat suara resmi.
- Siswa menuju salah satu dari empat bilik suara untuk mencoblos pilihan.
- Surat suara yang telah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara.
- Siswa mencelupkan jari ke dalam tinta sebagai tanda telah memberikan hak suaranya.
Selain berpartisipasi dalam pencoblosan, para siswa juga diajak untuk mendalami makna kepemimpinan secara aktif. Secara berkelompok, siswa mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi pertanyaan seputar nilai-nilai kepemimpinan, analisis studi kasus, serta instruksi untuk membuat poster kreatif mengenai sifat-sifat ideal seorang pemimpin.
Melalui perpaduan antara praktik langsung di bilik suara dan penugasan LKPD, Pemilihan Ketua IPM SMP Muhammadiyah 11 Surabaya periode 2026-2027 berhasil menjadi sarana edukasi politik dan pembentukan karakter kepemimpinan yang holistik bagi seluruh siswa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments