Bersyukur kepada Allah tidak cukup hanya dengan mengucapkan alhamdulillah. Syukur harus hadir dalam perbuatan: menjaga rezeki yang halal, memilih makanan yang baik, memperbaiki ibadah, serta berbagi manfaat dengan sesama.
Pesan itu disampaikan Mubaligh Muhammadiyah Ustaz Furkan Abidin Ali, S.HI, dalam Safari Subuh di Masjid Baitul Arqam. Dia mengajak jamaah menjadikan syukur sebagai sikap hidup, bukan sekadar ucapan yang berhenti di lisan.
Ustaz Furkan mengawali ceramahnya dengan mengingatkan bahwa kesempatan melaksanakan salat Subuh berjamaah merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Menurutnya, hadir di masjid sejak sebelum salat Subuh bukan perkara ringan. Karena itu, kesempatan tersebut semestinya tidak hanya disambut dengan rasa bangga, tetapi juga menjadi pintu untuk semakin mendekat kepada Allah.
“Salat berjamaah Subuh ini adalah bukti nyata bahwa kita bersyukur melalui perbuatan,” tutur dia seperti dilansir di kanal Youtube Baitul Arqom Joss.
Ustaz Furkan kemudian mengutip Surat Al-Baqarah ayat 172 sebagai pijakan utama ceramahnya.
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.”
Dia lalu menjelaskan, ayat tersebut mengandung dua pesan penting. Pertama, orang beriman diperintahkan mengonsumsi makanan yang tayyib, yakni baik, sekaligus berasal dari rezeki yang halal.
Menurut Ustaz Furkan, persoalan makanan di zaman sekarang tidak cukup dilihat dari apakah makanan tersebut boleh dimakan secara hukum. Umat Islam juga perlu memperhatikan kualitas dan kebaikan makanan bagi tubuh.
“Seorang Muslim tidak disarankan makan sembarang makanan hanya karena bisa mengisi perut. Kita juga dianjurkan memperhatikan makanan yang baik dan bergizi,” ujar anggota Majelis Tabligh PWM Jatim itu.
Pesan kedua dalam ayat tersebut adalah perintah untuk bersyukur kepada Allah.
Ustaz Furkan mengingatkan, syukur tidak berhenti dalam hati atau pada ucapan alhamdulillah. Syukur harus dibuktikan melalui tindakan.
“Yang jauh lebih penting adalah menunjukkan rasa syukur itu dalam perbuatan kita,” katanya.
Ustaz Furkan mencontohkan aktivitas sosial yang dilakukan jamaah Masjid Baitul Arqam, seperti berbagi sayur dan kebutuhan lainnya kepada masyarakat.
Menurutnya, kepedulian semacam itu merupakan bentuk syukur yang diwujudkan dalam kehidupan sosial.
Jangan Lengah Saat Mendapat Nikmat
Ustaz Furkan kemudian mengajak jamaah mewaspadai satu kecenderungan manusia: tekun beribadah ketika sedang membutuhkan sesuatu, tetapi mulai lengah ketika keinginan telah tercapai.
“Ketika kita memiliki keinginan, cita-cita, dan harapan yang belum tercapai, kita sering tekun beribadah. Tetapi ketika berada di puncak kesuksesan, kita justru bisa lupa bersyukur,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak jamaah membiasakan diri memohon pertolongan Allah agar mampu mengingat-Nya, bersyukur atas nikmat-Nya, dan memperbaiki ibadah.
Furkan mengingatkan doa yang diajarkan Rasulullah kepada Muadz bin Jabal: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.
“Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.”
Menurutnya, doa tersebut penting karena manusia tidak selalu mampu menjaga kualitas ibadah dan rasa syukur tanpa pertolongan Allah.
Doa Nabi Sulaiman
Sebagai penutup, Ustaz Furkan mengutip doa Nabi Sulaiman dalam Surat An-Naml ayat 19:
Rabbi awzi’ni an asykura ni’mataka allati an’amta ‘alayya wa ‘ala walidayya wa an a’mala salihan tardhahu wa adkhilni birahmatika fi ‘ibadikas-salihin.
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Furkan menekankan, doa Nabi Sulaiman tersebut mengandung rangkaian permohonan yang sangat penting: kemampuan mensyukuri nikmat, berbuat amal saleh, serta berharap menjadi bagian dari hamba-hamba Allah yang saleh.
“Tujuan kita semua adalah itu. Kita salat berjamaah, kita melakukan kegiatan sosial, semuanya mengarah pada harapan agar iman kita baik dan kita termasuk orang-orang saleh,” tuturnya.
Ia kemudian mengajak jamaah memohon ampunan dan perlindungan Allah dari siksa neraka sebagaimana doa orang-orang beriman dalam Al-Quran.
Rabbana faghfir lana dzunubana wa qina ‘adzaban-nar.
“Semoga kita semua tetap teguh. Semoga makanan kita halal dan baik. Semoga kita mampu bersyukur dan semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang saleh,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments