Iklan SDM 4 Mudipat 2026

MDMC Respons Karhutla dan Kekeringan di Kalteng, Layani 589 Ribu Orang

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
MDMC Respons Karhutla dan Kekeringan di Kalteng, Layani 589 Ribu Orang
Dok: Aulia Taarufi
pwmu.co -

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) telah menjangkau 589.538 penerima manfaat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kalimantan Tengah. Respons yang berlangsung sejak 18 Agustus hingga 16 Oktober 2026 itu mencakup distribusi air bersih, pembagian masker, layanan kesehatan, hingga dukungan pemadaman dan pendinginan titik api.

Berdasarkan laporan situasi per 16 Oktober 2026, kebakaran dan kekeringan masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Pada Kamis (15/10), tercatat 4.686 titik panas dan 88 kejadian karhutla di provinsi tersebut.

MDMC Respons Karhutla dan Kekeringan di Kalteng, Layani 589 Ribu Orang
Dok: Aulia Taarufi

Kabut asap akibat kebakaran turut mengganggu kualitas udara, jarak pandang, kesehatan, dan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan warga terhadap perlindungan kesehatan dan akses air bersih.

Melalui Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah dan sejumlah pos pelayanan, MDMC memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Dari total 589.538 penerima manfaat yang tercatat selama periode respons, distribusi air bersih menjangkau 453.502 penerima manfaat. Sementara itu, pembagian masker tercatat menjangkau 115.669 penerima manfaat.

MDMC juga menyalurkan bantuan nutrisi kepada 18.776 penerima manfaat serta menyediakan rumah singgah oksigen yang menjangkau 930 penerima manfaat.

Layanan lain meliputi pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla yang tercatat menjangkau 272 penerima manfaat, distribusi oksigen kepada 379 penerima manfaat, serta layanan nebulizer kepada 10 penerima manfaat.

Berbagai bentuk bantuan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran, paparan kabut asap, dan kekeringan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya telah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026 pada 31 Agustus 2026.

Penetapan status tersebut menjadi bagian dari konteks penanganan karhutla yang masih berlangsung di provinsi itu.

MDMC Respons Karhutla dan Kekeringan di Kalteng, Layani 589 Ribu Orang
Dok: Aulia Taarufi

Untuk mendukung respons di lapangan, Poskor Muhammadiyah Kalimantan Tengah mengoordinasikan sejumlah pos pelayanan yang tersebar di Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Katingan, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Kapuas, Murung Raya, Barito Selatan, Barito Utara, dan Lamandau.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Keberadaan posko tersebut mendukung koordinasi dan pelaksanaan layanan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Respons lapangan melibatkan 179 personel dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas 12 personel tim pemadaman, 15 personel tim medis, 30 personel logistik, tujuh personel data dan informasi, 15 personel manajemen posko, serta 100 relawan umum.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari penanganan kebakaran hingga distribusi bantuan dan pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Selain memberikan bantuan langsung, MDMC mengedukasi masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kabut asap terhadap kesehatan, pencegahan kebakaran, penggunaan masker yang benar, serta langkah perlindungan diri dan keluarga.

Edukasi tersebut menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

MDMC Respons Karhutla dan Kekeringan di Kalteng, Layani 589 Ribu Orang
Dok: Aulia Taarufi

Di tengah respons yang berlangsung, sejumlah kebutuhan masih diperlukan untuk mendukung pelayanan. Kebutuhan itu meliputi oksigen beserta perlengkapannya, masker N95 dan masker medis, obat-obatan, vitamin, serta nutrisi bagi relawan pemadam kebakaran.

Dukungan alat pelindung diri bagi relawan, peralatan pemadaman, dan bahan bakar kendaraan operasional juga diperlukan untuk menunjang kegiatan di lapangan.

MDMC melalui Poskor Muhammadiyah Kalimantan Tengah menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD/BPBPK, relawan, serta pihak terkait lainnya untuk melanjutkan pendampingan bagi masyarakat terdampak.

Respons tersebut diarahkan untuk melindungi kesehatan masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar, memperkuat dukungan bagi relawan, serta menangani karhutla dan kekeringan sesuai kebutuhan di lapangan. (*)

Revisi Oleh:
  • Satria - 21/10/2026 02:32
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu