Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109 menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian dalam peringatan Milad Aisyiyah ke-109 yang digelar di Kabupaten Banyuwangi, Minggu (31/5/2026). Melalui kegiatan ini, Aisyiyah Banyuwangi menunjukkan peran nyata perempuan dalam menggerakkan perekonomian keluarga sekaligus memperkuat organisasi melalui berbagai usaha rumahan yang dikelola para anggotanya.
Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109 dipusatkan di halaman samping aula SMK Muhammadiyah 2 Genteng (STEMDA), Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.50 WIB tersebut diikuti oleh ibu-ibu Aisyiyah dari 13 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.
Area bazar dipadati stan-stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menampilkan beragam produk kreatif hasil industri rumahan. Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) yang berpartisipasi meliputi PCA Kabat, Kalibaru, Glagah, Cluring, Genteng, Banyuwangi, Muncar, Sempu, Sumbersari, Glenmore, Siliragung, Purwoharjo, dan Singojuruh.
Kegiatan bazar ini menjadi bukti bahwa perempuan Aisyiyah mampu membangun kemandirian ekonomi melalui sektor home industry. Dari belasan stan yang hadir, PCA Siliragung dan PCA Glenmore menjadi dua peserta yang cukup menarik perhatian pengunjung.
Perwakilan PCA Siliragung, Ibu Lilis Tri Utami, menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil kerja bersama anggota Aisyiyah setempat.
“Iya, buatan kita sendiri secara bersama-sama. Kami memilih menu kuliner merakyat yang mudah dijumpai dan pastinya enak,” ujar Ibu Lilis Tri Utami saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Strategi tersebut terbukti berhasil. Produk unggulan PCA Siliragung seperti rujak soto, mi buah naga, soto babat, hingga aneka camilan ludes diburu pengunjung.
Dari hasil penjualan selama sekitar empat jam, PCA Siliragung berhasil membukukan omzet sebesar Rp500.000.
Pada Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109, PCA Glenmore menghadirkan konsep yang berbeda dengan mengintegrasikan potensi peternakan dan pertanian milik para anggotanya.
Selain nasi bakar sebagai menu utama, mereka juga menjual telur ayam kampung, telur asin, bawang goreng, hingga keripik jamur kuping kering.
Perwakilan PCA Glenmore, Ibu Holis, menjelaskan bahwa seluruh produk yang dijual berasal dari anggota dan Majelis Ekonomi Aisyiyah Glenmore.
“Produk-produk ini dipilih karena semuanya milik anggota. Seperti telur, itu dari anggota yang punya peternakan sendiri. Produk panganan lainnya juga dari Majelis Ekonomi dan anggota Aisyiyah Glenmore,” jelas Ibu Holis.
Meski sempat membatasi stok nasi bakar nonkupon karena mempertimbangkan kondisi pasar, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Produk seperti salad buah dan rujak manis menjadi menu yang paling cepat habis terjual.
Dari penjualan tersebut, PCA Glenmore memperkirakan omzet kotor yang diperoleh mencapai sekitar Rp500.000.
Salah satu hal menarik dari Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109 adalah orientasi pemanfaatan hasil penjualannya. Pendapatan yang diperoleh tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan dialokasikan kembali untuk mendukung berbagai program organisasi.
Baik PCA Siliragung maupun PCA Glenmore sepakat bahwa seluruh keuntungan yang diperoleh akan dimasukkan ke dalam kas Aisyiyah. Dana tersebut nantinya digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan di wilayah masing-masing.
Melalui Bazar UMKM Milad Aisyiyah ke-109, Aisyiyah Banyuwangi tidak hanya menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi perempuan Islam yang bergerak di bidang dakwah dan sosial, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perempuan mampu berperan sebagai pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga dan umat.





0 Tanggapan
Empty Comments