Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Buku Menembus Benteng Tradisi – 74

Iklan Landscape Smamda
Buku Menembus Benteng Tradisi – 74

Tulisan ini adalah salinan dari buku “Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004″, Bab V berjudul “Muhammadiyah Masa Kebangkitan (1956-2004)”, halaman 216 s/d sebagian 220.

Halaman sebelumnya: Buku Menembus Benteng Tradisi – 73

***

Halaman 216

Hingga tahun 1964 status Muhammadiyah di Tuban masih cabang yang diketuai Mochammad Bakri. Baru pada 1966 kepengurusan berubah menjadi daerah dan dipimpin K.H. Mahbub Ihsan. {112} Dalam surat yang dikirimkan kepada Dan Dim 0811 Tuban, pada 26 Juli 1976 disebutkan bahwa ketua PDM Tuban adalah Mahbub Ihsan. Pada 1977, ia ditangkap dan ditahan pihak militer bersama sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya dengan tuduhan terlibat gerakan “Komando Jihad”.

Meski pada 1978 Mahbub Ihsan akhirnya dibebaskan dengan Surat Keterangan Bebas Murni, namun kasus itu sangat berpengaruh terhadap kepengurusan Muhammadiyah di Tuban. Untuk mengatasinya, K.H. Syukran Nachrawi yang sebelumnya sebagai Wakil Ketua ditetapkan sebagai PLH Ketua. Setelah bebas pada 1978, Mahbub Ihsan kembali terpilih memimpin Muhammadiyah.

Halaman 217

Ia digantikan oleh Abdul Syukur, BA. sebagai Ketua dan K.H. Syukran Nachrawi sebagai Wakilnya pada Musyda 1981. Tetapi kemudian terpilih kembali sebagai ketua pada 1985 hingga 2000,

Pada Musyda 28 Sya’ban 1421 H/25 November 2000, Mahbub Ihsan dalam kondisi sakit. Drs. H. Saifullah terpilih sebagai ketua didampingi Drs, H. Suhadi, Bs (wakil ketua I), Achmad Raechan (wakil ketua II), H. Moch. Sidik (sekretaris), Drs. Damam Purwanto (wakil sekretaris), H. M. Masduqi Ns (bendahara), Mochtarom S.Ag (wakil bendahara). Sementara K.H. Mahbub Ihsan ditetapkan sebagai penasihat hingga ia wafat pada 26 Februari 2003.

Muhammadiyah masuk Jatirogo pada 1950 yang dikembangkan Abdullah, Sukaemi, dan Fatchurrahman di Desa Watsogo. Pada masa itu masyarakatnya secara ideologis nasionalis dan paham keagamaannya masih sangat tradisional. Kedua perintis ini mengenalkan paham Muhammadiyah melalui forum-forum pengajian aqidah.

Ketiga tokoh ini mendapat tantangan keras dari masyarakat, karena umumnya masih memuja-muja makam kuno dan suka membuat sesajian di tempat-tempat angker. Tetapi, pemerintah kecamatan merespon positif, dinilai sebagai amalan jamaah agama. Menurut H. Windyo Lelono, PCM Jatirogo (2004), perkembangan Muhammadiyah di Jatirogo berjalan sangat lamban. Rantingnya baru tiga buah. {113}

Di Bancar, paham Muhammadiyah masuk melalui Bulujowo pada 1958 yang dipelopori H. Bisri. Tetapi secara resmi baru berdiri pada 1968 dengan nama Muhammadiyah Cabang Bulu. Penyebarannya melalui pengajian-pengajian. Proses awalnya mendapat reaksi keras dari masyarakat sekitarnya. Namun, pemerintah setempat menghormati kehadiran Muhammadiyah. Ortom yang sudah ada adalah Aisyiyah, NA, Permuda Muhammadiyah, IRM, dan Tapak Suci. Kini terdapat delapan ranting.

Di Palang, paham Muhammadiyah masuk pada 1958 dikenalkan H. Anan Nawawi. Ia mengenalkan ajaran aqidah, akhlaq dan ibadah syariah melalui pengajian-pengajian. Tantangan datang dari kelompok tradisionalis, dan PKI yang anti agama. Pengembangannya dilakukan melalui pendidikan dan pengajian. Ortom-ortom yang terbentuk meliputi Aisyiyah, NA, IRM, Pemuda Muhammadiyah, dan Tapak Suci. Pada 1958, Muhammadiyah masuk Tambakboyo,

Halaman 218

diperkenalkan H. Abdullah, Syamsul Huda, dan Siti Syamsiyah mengenalkan Aisyiyah. Secara organisatoris cabang Tambakboyo terbentuk pada 1960, dengan susunan; H. Abdullah (Ketua), Zulkarnaen (Sekretaris), Biro dan Gami (Bendahara I dan II), dan Syamsul Huda (Anggota).

Pengembangan masa awal dilakukan melalui pengajian-pengajian. Reaksi masyarakat setempat semula menentang karena dianggap ada unsur politisnya. Kini memiliki 10 ranting dengan ortom-ortom Pemuda Muhammadiyah 8 ranting, Aisyiah 5 ranting, NA 3 ranting, Tapak Suci 1 ranting, dan IRM 1 ranting.

Muhammadiyah menembus Kerek pada 1962, tepatnya di Desa Margomulyo yang dikenalkan H. Fathurrohman, melalui pengajian-pengajian. Karena keterbatasan sumberdaya, gerak Muhammadiyah di daerah ini terbilang lamban. Jumlah rantingnya 3 buah. Sedangkan Ortom hanya Aisyiah dan NA.

SMPM 5 Pucang SBY

Pada 1965, gerakan ini masuk Punggulrejo Rengel, dikenalkan Abu Nazaruddin bin Kyai Sholihun. Mula-mula ia bersama temannya membentuk organisasi kepemudaan bernama “Melati” dengan berbagai kegiatan, seperti olah raga dan bakti sosial. Terobosan ini akhirnya bisa diterima masyarakat, di antara mereka yang kemudian membantu tenaga dan dana.

Pengurus kekepemudaan “Melati” selanjutnya diubah menjadi pengurus Muhammadiyah Cabang Rengel yang dipimpin Abu Nazaruddin. Awalnya berjalan lancar, sepuluh tahun kemudian agak tersendat-sendat. Hingga 2004 terdapat 7 ranting. Ortom yang sudah ada Aisyiah, NA, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci dan IRM. Pada sekitar 1964, Muhammadiyah masuk Merak Orak pertama perkenalkan Masduqi NS, Anwar, dan Abdul Kholik, disambut tokoh-tokoh setempat, yaitu Saeran, Ahmad Husein dan Ahmad Salam.

Periode Pertama dipimpin H. Rosjidi (ketua), Maduqi NS (sekretaris) H. Masjhuri (bendahara), dan H. Muchtar (wakil bendahara). Di saat orang masih trauma dengan peristiwa G-30-S PKI 1965, Mughni sebagai sesepuh tokoh Islam di Desa Sambonggede berusaha memperkenalkan pikiran-pikiran pembaharuan Muhammadiyah yang diterima dari tokoh-tokoh Muhammadiyah di Kota Tuban. Gagasan Mughni di lingkungan Desa itu belakangan mendapat respons positif dari masyarakat

Halaman 219

sekitar. Tidak sedikit yang kemudian membantu Mughni mendirikan Persyarikatan di Desa Sambonggede, seperti H. Rosyidi, H. Saeran, Achmad Husen, H. Masyhuri, dan Achmad Salam pada 1966. Kegiatan terus berlangsung melalui pengajian-pengajian. Sampai 2004, terdapat 6 ranting. Ortom yang sudah berdiri adalah Aisyiah, NA, IRM, Tapak Suci, dan Pemuda Muhammadiyah.

Muhammadiyah masuk ke desa Sidomukti Kenduruan pada 1968 dikenalkan oleh H. Mudaed, melalui pengajian aqidah dan akhlak yang sesuai dengan al-Qur’an dan al-Sunnah. Ketika sebagian masyarakat sudah sedikit kenal, Mudaed mengembangkan berbagai kegiatan sosial. Perkembangan Muhammadiyah di cabang ini relatif lamban. Kepengurusannya baru secara resmi terbentuk pada 1970 dan sampai 2004 terbentuk 3 ranting. Ortom yang terbentuk juga baru Aisyiah dan NA.

Pada 1976 Muhammadiyah Cabang Tuban berubah statusnya menjadi Daerah. Pada saat yang sama disusun kepengurusan Cabang Kota yang dipimpin Fatah Nawawi. Sementara Pemuda Muhammadiyah Cabang dipimpin Amin Fatah.

Amin bersama kawan-kawannya merintis Tapak Suci dan drum band Pemuda Muhammadiyah yang pernah jaya di tahun 1980-an. Kini membina 6 ranting. Ortom yang terbentuk; Pemuda Muhammadiyah, Aisyiah, NA, IRM, IMM, Tapak Suci dan Hizbul Wathan. Tahun 1985 Abdul Hamid memperkenalkan Muhammadiyah ke Parengan. Tetapi hingga kini belum punya ranting.

Sementara di Jenu, Muhammadiyah masuk melalui Desa Socorejo melalui pengajian yang dikenalkan Achmad Rais, Achmad Rifa’i, Kusnan dan Zaenal Ma’roef pada 1987. Belum ada ranting sampai 2004 ini.Muhammadiyah masuk ke Desa Mulyoagung Singgahan dan Desa Lajo Lor diperkenalkan oleh H. Maghfur. Kini PCM memiliki 2 ranting.

Sedangkan di Bangilan, gerakan pembaharuan ini masuk ke Desa Ngrojo tahun 1991 diperkenalkan oleh H. Moetomo, dan Drs. Juwari. Kini ada 3 ranting dengan ortom Aisyiah tingkat cabang. Kemudian pada 1994, merambah ke desa Kowang Semanding, dipelopori Mahmud. Kegiatannya berupa pengajian pimpinan dan anggota, memiliki 6 ranting. Sementara di Desa Plumpang dan

Halaman 220

Kesamben, dimotori Drs. Anwar. Memiliki 3 ranting, yaitu Plumpang, Kebomlati dan Trutup.

***

Buku Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004, diterbitkan oleh Hikmah Press, Surabaya, Juni 2005. Buku ini ditulis oleh Tim Penulis : Syafiq A. Mughni (Penanggung Jawab), Sjamsudduha (Ketua), dan Ahmad Nur Fuad (Sekretaris). Anggota: Lilik Zulaicha, A. Fatichuddin, Ainur Rofiq Sophiaan, Wisnu, Nadjib Hamid, Yuristiarso Hidayat, Muhsinul Ahsan, Biyanto, dan Ainun Najib. Konsultan: M. Habib Mustopo dan Aminuddin Kasdi.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 18/07/2026 15:04
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu