Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 27 Surabaya berhasil mencatatkan lonjakan perolehan pendaftar baru. Bahkan hingga 100 persen pada pada Tahun Ajaran 2026/2027. Capaian ini disampaikan langsung oleh Kepala MIM 27 Surabaya, Sixtynna Eka Octaviany, S.Pd., Gr., dalam ajang Rakorsusma 2026 di Hotel Southern Surabaya, Sabtu (1/8/2026).
“Jujur kami kaget sekaligus bersyukur sekali. Dari lulusan tahun lalu 56 anak, tiba-tiba pendaftar baru yang masuk tembus 113 siswa. Melonjak dua kali lipat. Ini jelas alarm buat kami untuk gerak cepat nambah fasilitas kelas, jangan sampai kepercayaan besar dari masyarakat ini malah terabaikan,” tutur Sixtynna.
Kenaikan pendaftar yang signifikan ini membawa madrasah di kawasan Rungkut ini meraih penghargaan perolehan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) terbanyak nomor satu untuk tingkat madrasah se-Kota Surabaya.
“Dari total 56 lulusan kami tahun lalu, pendaftar baru yang masuk untuk tahun ajaran ini mencapai 113 siswa. Ada kenaikan 100 persen. Ini bukti bahwa animo dan tingkat kepercayaan masyarakat semakin tinggi,” ungkap Sixtynna saat diwawancarai di sela kegiatan.
Pertumbuhan populasi siswa di MIM 27 menunjukkan tren positif secara beruntun. Mulai dari 383 siswa pada tahun ajaran 2024/2025, naik menjadi 407 siswa pada 2025/2026. Kemudian melonjak hingga 464 siswa pada TA 2026/2027. Guna menampung gelombang siswa tersebut, madrasah mematok target jangka panjang hingga 1.000 siswa melalui rencana penyediaan Kampus 2.
Sixtynna memaparkan, lonjakan itu didukung oleh banyak faktor. Di antaranya melalui perbaikan layanan internal, pembaruan sarana prasarana, serta penguatan kurikulum. Sepanjang periode berjalan, madrasah telah merealisasikan penambahan 7 unit AC, 5 unit komputer lab, 2 unit PC All-in-One, 7 unit Smart TV 50 inci di ruang kelas, 157 set meja kursi baru, hingga perintisan pendataan aset berbasis portal digital.
Dari segi pencapaian belajar, siswa MIM 27 memborong total 271 prestasi di tingkat regional hingga nasional sepanjang TA 2025/2026. 70 persen di antaranya merupakan prestasi skala nasional. Capaian akademik disokong lewat kerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) untuk olimpiade matematika dan sains berbahasa Inggris. Sedangkan sektor non-akademik diperkuat melalui kelas prestasi Tahfidz, Badminton, dan Pencak Silat.
Sektor keagamaan dan pembentukan karakter dikembangkan secara intensif melalui pembiasaan Metode Ummi (Tahsin & Tahfidz), penerapan Budaya 5S, shalat berjamaah, hingga pengintegrasian nilai Panca Cinta serta program English Speaking Class.
“Dulu madrasah itu sering dianggap pilihan nomor dua atau sekadar alternatif. Sekarang situasinya balik, orang tua justru berburu masuk ke sini. Makanya kapasitas SDM dan guru terus kita gembleng lewat berbagai pelatihan. Target kita di 2035 bukan cuma megah secara gedung, tapi kualitasnya sejajar dengan sekolah swasta elit nasional,” tegasnya.
Untuk menyongsong Visi 2035 agar mampu bersanding dengan sekolah swasta berkemajuan nasional, MIM 27 melakukan banyak langkah. Terkini memfokuskan pengembangan kapasitas 61 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Baik melalui pelatihan internal maupun kesempatan belajar di luar lembaga.
“Tugas terbesar kami saat ini adalah menjaga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa madrasah bukan lagi pilihan alternatif yang dipandang sebelah mata, melainkan telah menjadi rujukan utama bagi orang tua,” pungkas Sixtynna.





0 Tanggapan
Empty Comments