Peringatan Milad ke-76 MI Muhammadiyah 1 Pare (Mimsapa) Kediri menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan.
Mengusung tema “Mengabdi, Mendidik, dan Membimbing Generasi Bangsa”, peringatan milad yang digelar pada Sabtu (1/8/2026) tersebut menegaskan eksistensi Mimsapa sebagai salah satu madrasah Muhammadiyah yang terus berkontribusi dalam mencetak generasi berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
Selama 76 tahun berdiri, MI Muhammadiyah 1 Pare telah menunjukkan dedikasi dalam dunia pendidikan melalui berbagai prestasi akademik maupun nonakademik. Kepercayaan masyarakat yang terus meningkat menjadi bukti bahwa madrasah mampu berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Sekretaris Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Kediri, Khoirul Anam, menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-76 MI Muhammadiyah 1 Pare sekaligus memberikan pesan agar madrasah terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, usia ke-76 bukan sekadar penanda perjalanan waktu, melainkan momentum untuk terus melakukan pembaruan dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
“Usia ke-76 bukan sekadar angka, tetapi menjadi momentum untuk terus berbenah. MI Muhammadiyah 1 Pare harus terus meng-upgrade kualitas sumber daya guru melalui berbagai pelatihan, pengembangan kompetensi, serta memperkuat fasilitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan demikian, madrasah akan tetap mampu menjawab kebutuhan pendidikan di masa depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan sarana pembelajaran menjadi faktor penting agar madrasah mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era digital.
Khoirul Anam juga mengingatkan bahwa kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak boleh melepaskan identitas utamanya sebagai institusi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam.
Menurutnya, keberhasilan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter Islami.
“Kemajuan harus tetap berpijak pada akhlakul karimah. MIMSAPA harus terus menjadi pionir pembelajaran yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan karakter Islami. Prestasi akademik memang penting, tetapi akhlak mulia harus tetap menjadi ciri khas lulusan Muhammadiyah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen madrasah untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun kualitas pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah madrasah lahir dari sinergi seluruh unsur, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua, hingga peserta didik.
“Keberhasilan madrasah tidak hanya ditentukan oleh kepala sekolah atau guru semata, tetapi lahir dari soliditas seluruh civitas akademika, mulai dari guru, tenaga kependidikan, komite, orang tua, hingga para siswa. Jika kebersamaan terus dijaga, saya yakin MI Muhammadiyah 1 Pare akan semakin dipercaya masyarakat dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menjadi pemimpin di masa depan,” ungkapnya.
Peringatan Milad ke-76 menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang MI Muhammadiyah 1 Pare bukan hanya tentang mempertahankan eksistensi, tetapi juga terus menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan.
Dengan semangat “Mengabdi, Mendidik, dan Membimbing Generasi Bangsa”, MIMSAPA diharapkan terus menjadi pusat lahirnya generasi Islami yang unggul, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa serta pendidikan Muhammadiyah di Kabupaten Kediri maupun Indonesia.





0 Tanggapan
Empty Comments