Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) SDM Tanggul kembali menggelar agenda pengajian rutin organisasi yang berlangsung dengan penuh khidmat. Kegiatan keagamaan dan pembinaan kader ini bertempat di Kampus 1 SD Muhammadiyah 01 Tanggul (SDM Tanggul), Rabu (29/7/2026).
Acara keagamaan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus ranting dan seluruh kader muda Nasyiatul Aisyiyah ranting SDM. Mereka menyimak dengan antusias setiap sajian materi keislaman yang disampaikan.
Pengajian rutin kali ini menghadirkan penceramah Ibunda Humaiyah dari PDA Jember. Dalam kesempatan tersebut, ia mengupas secara mendalam materi bertajuk penguatan karakter perempuan berkemajuan dalam perspektif Islam serta garis perjuangan gerakan Muhammadiyah.
7 Pilar Landasan Perempuan Berkemajuan
Dalam pemaparannya, Humaiyah menyampaikan tujuh pilar utama yang menjadi landasan penting bagi setiap kader perempuan berkemajuan di era modern saat ini. Pilar pertama dan kedua memfokuskan pada penguatan iman, taqwa, serta ketaatan beribadah secara istiqamah.
Ia menegaskan bahwa berikhtiar, mendidik, dan mengabdi di lingkungan lembaga pendidikan Muhammadiyah merupakan sebuah nikmat yang sangat besar. Ekosistem sekolah senantiasa mendukung serta memfasilitasi pembiasaan ibadah harian, seperti salat berjemaah dan mengaji bersama.
“Allah SWT tidak menciptakan kita semata-mata untuk mengejar pencapaian duniawi, melainkan untuk beribadah dan mengabdi sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Az-Zariyat ayat 56. Setiap peluh dan pengabdian bapak dan ibu guru di sekolah ini merupakan bagian nyata dari wujud ibadah tersebut,” tutur Humaiyah di hadapan seluruh peserta pengajian.
Selanjutnya, Humaiyah menekankan pentingnya akhlakul karimah, terutama ketelitian dalam menjaga lisan agar tidak menyakiti perasaan sesama. Mendidik generasi muda di tengah pesatnya arus informasi era digital, menurutnya, membutuhkan kearifan dan cara pandang yang luas dari para pendidik.
Ia mengajak para pendidik untuk bersikap objektif saat mendidik murid-murid di sekolah. Pemateri memberikan contoh konkret ketika mengarahkan anak-anak yang mengidolakan sosok populer dunia, seperti bintang lapangan hijau Cristiano Ronaldo.
Menurutnya, pendidik diajarkan untuk bersikap bijak dengan mengakui sisi positif aksi kemanusiaannya seperti kepedulian sosial dan bantuan nyata untuk Palestina tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip dasar serta batasan akidah Islam yang tetap harus dijaga.
Kajian rutin ini diakhiri dengan penekanan pada tiga prinsip utama lainnya, yakni sikap Wasathiyah (moderat/tengah-tengah), amaliyah shalihah tanpa membedakan gender sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 195, serta sikap inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pengajian rutin ini, PRNA SDM Tanggul berharap seluruh kader mampu mentransformasikan nilai-nilai keislaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan amanah mencerdaskan kehidupan bangsa di sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments