Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kini memiliki peluang baru untuk terjun langsung ke dunia riset bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui kerja sama yang ditandatangani UMS dan BRIN, mahasiswa tidak hanya dapat mengikuti magang riset, tetapi juga berpeluang terlibat dalam penelitian hingga menjadikannya bagian dari tugas akhir.
Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki minat pada bidang keilmuan dan ingin mendapatkan pengalaman penelitian secara langsung.
“Kalau biasanya magang di industri, kalau ini magang riset. Mahasiswa yang ingin menjadi saintis bisa memanfaatkan program ini. Bahkan nanti bisa mengerjakan satu riset tertentu untuk tugas akhir,” ujar Supriyono saat diwawancarai Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, kesempatan tersebut sekaligus dapat menjadi pintu bagi mahasiswa UMS untuk mengenal lingkungan riset nasional dan membangun jejaring dengan para peneliti BRIN.
Karena itu, UMS akan segera menyosialisasikan program tersebut kepada mahasiswa. Kampus juga mendorong mahasiswa yang memiliki minat riset untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kita akan segera melakukan sosialisasi dan kemudian kita lakukan encouragement kepada mahasiswa untuk bisa memanfaatkan peluang ini,” imbuhnya.
Kerja sama UMS dan BRIN tidak berhenti pada program magang. Dosen dan mahasiswa UMS juga berpeluang melibatkan peneliti BRIN sebagai pembimbing tesis maupun disertasi.
Kasubdit Pengembangan Kemitraan Industri Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS Dr. Sidiq Permono Nugroho, S.E., M.M., mengatakan kerja sama tersebut membuka akses UMS terhadap sumber daya dan kepakaran yang dimiliki BRIN.
“BRIN ini kaya akan sumber daya dan keahlian tertentu. Apalagi BRIN ini kan gabungan dari beberapa lembaga, seperti LIPI, LAPAN, dan BATAN,” ungkap Sidiq.
Selain pengembangan kompetensi mahasiswa, kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi penelitian antara BRIN dan pusat studi yang ada di UMS.
Sidiq menjelaskan, pusat studi UMS dengan fokus riset tertentu nantinya dapat diusulkan untuk menjalin kolaborasi dengan BRIN. Dengan demikian, kerja sama tidak hanya berlangsung pada level individu mahasiswa atau dosen, tetapi juga dapat berkembang menjadi kolaborasi kelembagaan dalam bidang penelitian.
Tahap Awal Fokus STEM
Perjanjian kerja sama UMS dan BRIN ditandatangani di Jakarta, Selasa (29/9/2026). Saat ini, kerja sama tersebut memasuki tahap pembahasan internal di UMS.
Sejumlah teknis program magang riset masih dirinci, termasuk waktu pelaksanaan, durasi magang, hingga alur pemberkasan yang harus dipenuhi mahasiswa.
Untuk tahap awal, program magang riset akan dibuka bagi mahasiswa dari rumpun STEM, yakni science, technology, engineering, and mathematics.
Namun, Sidiq mengatakan peluang tersebut tidak menutup kemungkinan diperluas ke rumpun sosial humaniora.
“Kalau rencana kami nantinya akan dilakukan pada masa liburan semester,” ujarnya.
Dengan skema tersebut, mahasiswa UMS nantinya tidak hanya mendapatkan pengalaman magang di lingkungan riset nasional.
Mereka juga memiliki kesempatan mengenal proses penelitian secara langsung, membangun jejaring dengan peneliti BRIN, serta mengembangkan penelitian yang relevan dengan bidang akademiknya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments