Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tim Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Hadirkan Layanan Kesehatan Inklusif di dua Desa

Iklan Landscape Smamda
Tim Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Hadirkan Layanan Kesehatan Inklusif di dua Desa
Pembukaan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tim Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo di Desa Liprak Kulon, Senin (27/7/2026). (Aprilia Kholifatul Nisya/PWMU.CO).
pwmu.co -

Kesehatan merupakan salah satu hak dasar setiap warga negara yang harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Namun dalam praktiknya, masih banyak kelompok masyarakat, terutama lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya yang menghadapi berbagai kendala dalam memperoleh layanan kesehatan yang memadai.

Berangkat dari semangat tersebut, Tim Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan ramah bagi semua kalangan.

Sebagai wujud komitmen tersebut, pada Senin (27/7/2026) Tim Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur yang diwakili oleh PKBI Cabang Pasuruan.

Bersama, mereka menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di dua desa binaan Program Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo, yaitu Desa Liprak Kulon dan Desa Rawan.

Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi nyata dari Program Inklusi Aisyiyah yang selama ini terus didorong untuk memastikan kelompok rentan memperoleh akses terhadap pelayanan publik, termasuk layanan kesehatan.

Tidak hanya menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan ini juga menjadi media edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan penyakit melalui deteksi dini.

Sejak pagi hari masyarakat mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Mereka berasal dari berbagai kelompok usia sesuai sasaran pelayanan di masing-masing desa. Kehadiran masyarakat yang cukup antusias menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan berbasis komunitas masih sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang akses terhadap layanan kesehatan belum sepenuhnya mudah dijangkau oleh seluruh warga.

Pembukaan Sederhana dalam Semangat Kebersamaan

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di halaman rumah warga Desa Liprak Kulon. Acara berlangsung sederhana namun penuh semangat kebersamaan.

Hadir dalam kesempatan tersebut unsur pemerintah desa, kader kesehatan, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Probolinggo, Tim Inklusi Aisyiyah, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang akan mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Ketua PKK Desa Liprak Kulon, Hindun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Tim Inklusi Aisyiyah Kabupaten Probolinggo dan PKBI yang telah memilih Desa Liprak Kulon sebagai salah satu lokasi kegiatan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat membantu masyarakat karena mampu mendekatkan layanan kesehatan kepada warga, khususnya lansia yang sering kali mengalami kesulitan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkesinambungan serta semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Probolinggo, Lasminingsih.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa Program Inklusi bukan hanya berbicara mengenai penyandang disabilitas, tetapi juga memastikan seluruh kelompok masyarakat yang rentan memperoleh kesempatan yang sama dalam menikmati berbagai layanan dasar, tak terkecuali layanan kesehatan.

Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya. Oleh karena itu, Aisyiyah terus berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai pihak agar program-program pelayanan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Denny Kurniawan selaku perwakilan PKBI Cabang Pasuruan menyampaikan bahwa kerja sama antara PKBI dan Aisyiyah merupakan bentuk sinergi yang sangat positif.

Kedua lembaga memiliki visi yang sama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan. Ia menjelaskan bahwa upaya promotif dan preventif merupakan bagian penting dalam pembangunan kesehatan.

Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu terus didorong agar masyarakat mampu mengenali kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Denny juga mengenal PKBI pada warga setempat dan memberikan sedikit suntikan semangat.

Fokus Kebutuhan Masyarakat

Berbeda dengan kegiatan pelayanan kesehatan pada umumnya, pelaksanaan kali ini dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa binaan. Agar pelayanan yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran.

Di Desa Liprak Kulon, kegiatan difokuskan kepada kelompok lanjut usia (lansia). Para peserta mendapatkan pelayanan kesehatan mulai dari pemeriksaan kondisi umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan, hingga pemeriksaan sesuai keluhan yang disampaikan kepada tenaga kesehatan.

Setelah menjalani pemeriksaan, peserta yang membutuhkan pengobatan memperoleh obat secara gratis sesuai dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Pemberian obat ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan awal terhadap keluhan kesehatan yang dialami sekaligus meringankan beban biaya pengobatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, para lansia juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta pentingnya mengontrol penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes mellitus.

Suasana pelayanan berlangsung tertib dan penuh keakraban. Para tenaga kesehatan dengan sabar memberikan penjelasan kepada setiap peserta mengenai kondisi kesehatannya sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pelayanan medis, tetapi juga pengetahuan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatannya di kemudian hari.

Di lokasi berbeda, yakni Desa Rawan, pelayanan difokuskan kepada perempuan usia produktif melalui pelaksanaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai metode skrining atau deteksi dini kanker leher rahim (kanker serviks).

Pemeriksaan IVA dipilih karena merupakan metode yang sederhana, cepat, aman, dan efektif untuk mendeteksi adanya perubahan pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.

Melalui pemeriksaan ini diharapkan perempuan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga apabila ditemukan indikasi tertentu dapat segera dilakukan pemeriksaan lanjutan maupun penanganan yang sesuai.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu