Bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Inggris atau Republik Irlandia, tantangan tidak berhenti setelah mendapatkan LoA dan beasiswa. Persoalan justru mulai terasa ketika tiba di negeri tujuan: beradaptasi dengan lingkungan baru, mengurus berbagai kebutuhan awal, hingga menyesuaikan kehidupan akademik.
Persiapan menghadapi fase tersebut menjadi perhatian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia bersama Mata Garuda Britania Irlandia (MGBI) LPDP. Keduanya menggelar Pre-Departure Briefing Britania Raya dan Irlandia secara daring, Ahad (13/9/2026).
Kegiatan ini diikuti calon mahasiswa Indonesia yang akan menempuh studi di Inggris dan Republik Irlandia. Peserta berasal dari beragam skema pembiayaan, baik penerima beasiswa LPDP, penerima beasiswa lainnya, maupun mahasiswa yang menempuh studi secara mandiri (self-funded).
Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, mengatakan kegiatan tersebut memiliki nilai lebih karena calon mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi teknis, tetapi juga mendengar pengalaman langsung dari mereka yang telah menjalani kehidupan akademik di Inggris dan Republik Irlandia.
“Yang membedakan sesi ini adalah narasumbernya yang telah berpengalaman. Bukan hanya menjelaskan panduan, namun mereka turut menceritakan pengalaman pribadi yang mereka alami ketika masa studi. Dengan ini, pastinya akan semakin menjadi acuan bagi para mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Ketua MGBI, Zulkarnaim Masyhur, informasi teknis keberangkatan pada umumnya telah diperoleh calon mahasiswa melalui jalur resmi. Namun, gambaran tentang kehidupan setelah tiba di negara tujuan belum tentu tersedia secara rinci.
Karena itu, pengalaman mahasiswa yang telah lebih dahulu berada di Inggris dan Republik Irlandia menjadi bagian penting dalam briefing tersebut.
“Secara informasi teknis biasanya sudah didapatkan melalui jalur resmi. Namun, yang belum tentu tersedia adalah tentang bagaimana gambaran hari-hari pertama ketika sampai tujuan. Dan itu salah satunya bisa didapatkan melalui sesi sharing dengan para mahasiswa yang terlebih dahulu studi di Inggris ataupun di Republik Irlandia,” ungkapnya.
Sekretaris Umum PCIM Britania Raya dan Irlandia, Susana Widyaningsing, menjelaskan, keberagaman kondisi calon mahasiswa juga menjadi pertimbangan dalam memilih narasumber.
Sebab, pengalaman mahasiswa yang berangkat seorang diri tidak selalu sama dengan mereka yang datang bersama pasangan atau membawa keluarga. Kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pun dapat berbeda.
“Jawaban untuk mereka tentu tidak bisa seragam, dan itu yang ingin kami tunjukkan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang,” ucap Susana.
Pendekatan tersebut membuat Pre-Departure Briefing tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga ruang berbagi pengalaman praktis. Calon mahasiswa dapat memperoleh gambaran kehidupan studi dari mereka yang telah lebih dahulu melewati fase adaptasi di Inggris dan Republik Irlandia.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari PCIM Britania Raya dan Irlandia serta MGBI. Mereka adalah Ketua MPKSDI PCIM Britania Raya dan Irlandia sekaligus Sekjen MGBI, Irnawati Bahtiar; Sekretaris MPPK PCIM Britania Raya dan Irlandia sekaligus Ketua PPI Oxford, Thareq Barasabha; Anggota MPPK PCIM Britania Raya dan Irlandia, S Bela Nagari; Sekretaris MPKSDI PCIM Britania Raya dan Irlandia, Deslaely Putranti; serta Anggota MEK-AUM PCIM Britania Raya dan Irlandia, Guntur Maulana Zamroni.
Melalui forum tersebut, PCIM Britania Raya dan Irlandia bersama MGBI LPDP berupaya mempertemukan calon mahasiswa dengan pengalaman nyata para pelajar Indonesia yang telah lebih dahulu menjalani studi di Inggris dan Republik Irlandia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments