Peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar di SMA Muhammadiyah 3 (SMAMUGA) Tulangan, Sidoarjo, Ahad (31/5/2026), berlangsung meriah dan penuh semangat dakwah kemanusiaan. Ribuan kader, simpatisan, dan warga Persyarikatan Muhammadiyah-Aisyiyah memadati lokasi kegiatan yang mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan Mewujudkan Perdamaian.”
Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya tokoh masyarakat, ulama, dan umara. Hadir pula Kepala Desa Kenongo Tulangan H. Husein, unsur Pemerintah Kecamatan Tulangan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Tulangan, serta Ketua Fraksi Amanat DPRD Jawa Timur Dedi Irwansyah, S.Pd., M.M., yang juga pernah memimpin Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo dan Surabaya.
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo, Muflikah, mengaku bangga dan terharu atas suksesnya penyelenggaraan Milad ke-109 Aisyiyah yang dipusatkan di SMAMUGA Tulangan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah agenda besar tidak mungkin terwujud tanpa dukungan dan kerja sama berbagai pihak, khususnya keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Tulangan serta seluruh organisasi otonom di lingkungan Persyarikatan.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Tentu keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan luar biasa PCM, seluruh Ortom, dan berbagai pihak yang telah memberikan fasilitas serta kemudahan bagi terselenggaranya kegiatan ini. Jazakumullah khairan kami sampaikan kepada PCA Tulangan yang tahun ini mengusung tema yang sangat luar biasa, yakni memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian,” ujarnya.
Menurut Muflikah, tema yang diangkat dalam Milad ke-109 Aisyiyah bukan sekadar slogan seremonial, melainkan panggilan dakwah yang relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Ia menilai dunia sedang menghadapi tantangan kemanusiaan yang kompleks, mulai dari konflik sosial, ketimpangan ekonomi, krisis kemanusiaan, kerusakan lingkungan, hingga perubahan iklim yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan.
“Perubahan iklim yang luar biasa berpengaruh terhadap banyak hal, mulai kesehatan, aktivitas sehari-hari, hingga ketersediaan air bersih. Persoalan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi masalah dunia. Dalam situasi seperti ini, Aisyiyah dituntut terus hadir sebagai gerakan perempuan yang membawa solusi, pencerahan, dan keteguhan bagi umat,” tegasnya.
Menurutnya, dakwah kemanusiaan yang diperjuangkan Aisyiyah harus mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Muflikah mengingatkan bahwa sejak berdiri lebih dari satu abad lalu, Aisyiyah telah membuktikan diri sebagai organisasi perempuan Islam yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan kemanusiaan.
Di Kabupaten Sidoarjo, kiprah tersebut diwujudkan melalui berbagai amal usaha yang terus berkembang, terutama di bidang pendidikan.
“Di Sidoarjo, Aisyiyah telah membangun dan mendirikan berbagai amal usaha pendidikan mulai dari PAUD, TK, hingga SLB. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.
Dalam suasana santai, ia juga sempat berseloroh mengenai rencana pendirian perguruan tinggi Aisyiyah di Sidoarjo.
“Kalau perguruan tinggi nanti tidak enak sama UMSIDA,” ujarnya yang disambut senyum hadirin.
Meski demikian, Aisyiyah tetap berkomitmen memperkuat pendidikan anak usia dini dan pendidikan inklusif melalui Sekolah Luar Biasa (SLB).
Muflikah menjelaskan bahwa saat ini terdapat tiga SLB Aisyiyah di Kabupaten Sidoarjo yang terus mendapatkan perhatian dan penguatan program dari Pimpinan Pusat Aisyiyah.
Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi atas capaian SLB Aisyiyah Tulangan yang memperoleh bantuan dan program penguatan dari pemerintah.
“Alhamdulillah, selamat untuk SLB Aisyiyah Tulangan yang mendapatkan bantuan dan resosialisasi dari Kemendikbud. Ini menunjukkan bahwa Aisyiyah terus dipercaya dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan,” tuturnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kiprah Aisyiyah tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan melalui pelayanan pendidikan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.
Selain bidang pendidikan, Aisyiyah Sidoarjo juga terus memperluas pengabdian melalui sektor kesehatan. Salah satu amal usaha strategis yang dimiliki adalah Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan.
“Alhamdulillah kita memiliki Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan. Bahkan pada kegiatan milad ini teman-teman rumah sakit juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi peserta,” jelasnya.
Ia berharap pelayanan kesehatan Aisyiyah terus berkembang, termasuk terwujudnya pembangunan klinik kesehatan yang selama ini menjadi cita-cita bersama.
Muflikah juga menyampaikan apresiasi kepada PCM Tulangan yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai program Aisyiyah.
“PCM Tulangan seperti rumah orang tua bagi kami. Selalu mendukung kegiatan-kegiatan Aisyiyah, baik yang berkaitan dengan rumah sakit maupun program-program lainnya,” katanya.
Di bidang sosial, PDA Sidoarjo juga mengembangkan program pendampingan bagi kelompok lanjut usia melalui Daycare Lansia.
Program tersebut memberikan pendampingan, pembinaan, dan ruang interaksi sosial bagi para lansia perempuan agar tetap produktif dan bahagia menjalani masa tua.
“Di beberapa cabang sudah berjalan program belajar lansia. Para ibu lansia mendapatkan pendampingan, pembinaan, dan teman berbagi sehingga mereka dapat menjalani kehidupannya dengan lebih bahagia. Itu bagian dari komitmen Aisyiyah dalam melayani umat,” paparnya.
Muflikah menegaskan bahwa Aisyiyah menjalankan berbagai program melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta berbagai elemen masyarakat.
Melalui Majelis Kesehatan dan berbagai program sosial, Aisyiyah aktif melakukan edukasi kesehatan masyarakat, sosialisasi keluarga berencana, pencegahan HIV/AIDS, hingga program percepatan penurunan stunting.
“Kasus stunting menjadi perhatian bersama. Karena itu dalam program-program kesehatan, Aisyiyah selalu berupaya hadir dan menjadi pelopor dalam berbagai gerakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fondasi kesehatan masyarakat sesungguhnya berawal dari keluarga.
“Kesehatan harus dimulai dari rumah. Dari keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan RT, RW, desa, hingga masyarakat yang lebih luas. Karena itu program ketahanan keluarga dan keluarga sakinah yang dikembangkan Aisyiyah menjadi sangat relevan dengan tantangan global saat ini,” tandasnya.
Pada bagian akhir sambutannya, Muflikah mengajak seluruh kader menjadikan Milad ke-109 sebagai momentum untuk memperbarui semangat pengabdian.
“Melalui Milad ke-109 ini hendaknya kita memperbarui semangat untuk terus belajar, bergerak, dan memberi manfaat. Semangat menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin melalui tindakan nyata yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi umat manusia,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan refleksi tentang perjalanan panjang Aisyiyah yang telah melampaui usia satu abad. Menurutnya, keberlangsungan organisasi tersebut hingga kini merupakan bukti bahwa Aisyiyah senantiasa dijaga Allah SWT karena keberadaannya membawa manfaat bagi umat.
Muflikah mengutip kandungan Surat Ar-Ra’d ayat 17 yang menjelaskan bahwa sesuatu yang bermanfaat bagi manusia akan tetap tinggal di bumi, sedangkan yang tidak bermanfaat akan hilang seperti buih yang hanyut terbawa arus.
“Pada usia ke-109 tahun ini saya semakin meyakini bahwa Aisyiyah adalah organisasi yang berguna dan Allah jaga keberadaannya di muka bumi. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar-Ra’d ayat 17, yang bermanfaat bagi manusia akan tetap tinggal di bumi,” tuturnya.
Karena itu, ia berharap kehadiran Aisyiyah di mana pun berada senantiasa menjadi rahmat bagi lingkungan sekitar, menghadirkan solusi, menebarkan kedamaian, dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Demikianlah hendaknya kehadiran Aisyiyah. Di mana pun berada, insyaallah akan selalu membawa rahmat bagi lingkungannya,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments