Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Peran Penting Perempuan Aisyiyah dalam pembangunan negara

Iklan Landscape Smamda
Peran Penting Perempuan Aisyiyah dalam pembangunan negara
Peran Penting Perempuan Aisyiyah dalam pembangunan negara
pwmu.co -

Aisyiyah berusia 109 merupakan bukti peran penting perempuan dalam membangun negara. Dihadapan 450 orang undangan Milad Aisyiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Malang, Dra. Rukmini Amar, M.Ap selaku Ketua Umum PWA Jatim menyampaikan tausiyah tentang memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian. Kegiatan yang berlangsung meriah di Gedung Kartini ini dilaksanakan pada hari Sabtu (9/5/2026) pukul 07.00.

Perempuan adalah Imadul Bilad (perempuan itu tiang negara), sehingga ada pepatah yang mengatakan bahwa perempuan itu setengah dari peradaban. Jika ingin menghancurkan peradaban, maka hancurkan perempuannya.

Untungnya perempuan adalah madrasah pertama/sekolah pertama. Kepala sekolahnya ya suaminya, sehingga perempuan punya hak mendapatkan pendidikan.

Pendidikan formal dari TK sampai perguruan tinggi itu menginstal karakter. Sehingga jika ada yang suka mencuri, maka tanya TK-nya di mana, karena pengawasan dan pengamatan ada di TK. Misalkan ada anak yang membawa mainan temannya dibawa pulang, nah ini harus ditanya. Ini PR besar bagi guru TK. Anak TK sekarang banyak yang suka bohong karena bentukan-bentukan dari luar seperti penggunaan handphone yang berlebihan.

Perempuan itu aktor penting dalam sejarah Islam. Kalau ada perempuan sholihah di rumah itu berarti separuh dari agama sudah terlaksana di rumah itu. Islam itu sangat berharap kepada perempuan. Maka tidak ada diskriminasi terhadap perempuan di dalam Islam, asalkan sesuai syariat Islam.

Perempuan harus dikuatkan pada peran utamanya sebagai anak, ibu, istri, dan anggota masyarakat. Aisyiyah Kota Malang sudah sejak tahun 2005 mengadakan kuliah pra nikah karena terinspirasi dari gereja. Orang yang akan menikah dibekali ilmu selama satu bulan. Kenapa hari ini orang-orang sibuk dengan seragam pernikahan, bukan memberikan bekal ilmu dalam menjalani pernikahan.

Perempuan pengusung peradaban memiliki ciri karakter perempuan berkemajuan yaitu:

  1. Berpaham Islam berkemajuan seperti tidak berlebihan, tidak fanatik pada sesuatu.
  2. Bercita-cita membangun khaira ummah.
  3. Bervisi dakwah tajdid yang mencerahkan.
    [Q.S Ibrahim : 35, Q.S Al Baqarah : 126-129]
  4. Menjunjung tinggi martabat manusia.
    [Q.S An Nahl : 97, Q.S Al Isra : 70]

Sikap optimis, apa pun yang kita kerjakan pasti Allah berikan jalan keluarnya.

Qur’an Surat Yasin adalah jantungnya Al-Qur’an. Jadikan Surat Yasin sebagai gerakan bahwa apa pun yang kita lakukan jangan pernah meminta upah. Jadilah kita selalu menjadi orang yang memberi arahan kepada orang lain, sehingga dalam membangun keluarga sakinah dengan lima indikator (zawaj/berpasangan, mitsaqon gholidzon/janji kokoh, mu’asyaroh bil ma’ruf/memperlakukan pasangan dengan baik, musyawarah/diskusi, dan meyakini bahwa ridho Allah tergantung pada ridho pasangan kita).

SMPM 5 Pucang SBY

Harus sehat jasmani, rohani, sosial, spiritual. Jika ada orang yang iri dengan tetangganya punya tas mahal, maka yang sakit sosialnya. Jika ada orang yang buang sampah sembarangan maka sakit secara spiritual.

Q.S Al Hujurat ayat 10-13 sebagai ayat perdamaian. Damai dalam perbedaan, saudara kembar saja berbeda, maka hargai perbedaan. Kita tidak bisa mendamaikan dua hati yang berbeda jika bukan karena karunia dari Allah SWT.

Faktor penghalang dan penghambat perdamaian ada:

Faktor internal (dari dalam diri): hawa nafsu, ananiyah, gaya hidup, hedonis. Ini adalah faktor internal yang kita harus bisa berdamai dengan diri sendiri.

Faktor eksternal (dari luar), yaitu arus globalisasi yang mempengaruhi sendi-sendi moralitas dan hubungan antarsesama. Target global adalah dominasi pengaruh pada bidang ekonomi dan politik.

Dakwah kita itu adalah dengan berdamai dengan diri sendiri. Anak-anak sudah punya urusan rumah tangga sendiri, maka harus bisa berdamai dengan dirinya sendiri, perlu memahami diri kita sendiri.

Perlu berdamai dengan orang sekitar kita. Jika ada keluarga yang bertikai maka dakwah kita untuk bisa mendamaikan mereka.

Revisi Oleh:
  • Satria - 11/05/2026 07:40
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu