Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

33 Guru PAUD Aisyiyah Ikuti Jaya Melati 1 Kwarda HW Kota Probolinggo

Iklan Landscape Smamda
33 Guru PAUD Aisyiyah Ikuti Jaya Melati 1 Kwarda HW Kota Probolinggo
Peserta Pelatihan Jaya Melati 1 Kwarda HW Kota Probolinggo (Umaimah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 33 guru PAUD Aisyiyah Kota Probolinggo mengikuti Pelatihan Jaya Melati 1 yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Kota Probolinggo, Jumat-Ahad (2-4/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo ini diikuti 41 peserta. Sebanyak 33 peserta berasal dari guru PAUD Aisyiyah Kota Probolinggo, sedangkan delapan lainnya merupakan guru SD/MI Muhammadiyah Kota Probolinggo. Peserta juga datang dari luar daerah, di antaranya masing-masing satu peserta perempuan dari Desa Paiton Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo.

Pelatihan Jaya Melati 1 dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung secara daring pada 14-18 September 2026, sedangkan tahap kedua dilaksanakan secara luring pada 2-4 Oktober 2026 dengan sistem bermalam.

Ketua Kwarda HW Kota Probolinggo Muhammad Hadani, M.Pd., dalam pembukaan mengatakan, pelatihan ini sebenarnya telah direncanakan sejak sekitar satu tahun lalu. Namun, karena beberapa kendala, pelaksanaannya baru dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Pembekalan materi sudah diberikan pada tahap pertama secara daring. Pada tahap luring ini peserta diharapkan dapat memperkuat dan mempraktikkan materi yang telah diperoleh,” ujarnya.

Ia berharap para peserta memiliki karakter sebagaimana keteladanan Rasulullah SAW.

“Harapan kami, para peserta nantinya menjadi pelatih yang berkualitas dan bersertifikat, sekaligus mampu membentuk anak-anak peserta didik agar memiliki karakter seperti Rasulullah,” katanya.

Knowledge, Skill, dan Attitude

Sementara itu, Ketua PDM Kota Probolinggo Drs. Muhammad Dawam Ichsan, M.Si., yang membuka secara resmi Pelatihan Jaya Melatih 1, menekankan pentingnya tiga aspek yang harus dimiliki peserta setelah mengikuti pelatihan.

Ketiganya adalah knowledge, skill, dan attitude. Menurutnya, pelatihan tidak cukup hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga harus membekali peserta dengan keterampilan serta sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan pengabdian.

“Pelatihan ini diharapkan mampu merealisasikan tiga hal, yaitu knowledge, skill, dan attitude,” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Adapun Sekretaris Kwartir Wilayah HW Jawa Timur Khusnul Abidin yang mewakili Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Timur menyampaikan bahwa kepanduan HW tidak sekadar mengajarkan keterampilan teknis seperti tali-temali.

Menurutnya, HW juga menjadi sarana pendidikan untuk membentuk pribadi yang mandiri dan tidak mudah bergantung kepada pihak lain.

“HW bukan hanya belajar tentang tali-temali. Di dalamnya juga dibiasakan untuk mandiri dan tidak selalu bergantung kepada pemerintah maupun pihak lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai kemandirian tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan kepanduan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bekal bagi Guru PAUD

Dominasi guru PAUD Aisyiyah dalam pelatihan ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini. Nilai-nilai kepanduan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterjemahkan para guru dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, mandiri, dan berkarakter.

Kegiatan pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Zainal Arifin, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Hizbul Wathan bertindak sebagai dirijen Widya Ayu Puspitasari, S.Pd., guru MI Muhamnadiyah 2 Kota Probolinggo.

Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC) Imron Haris, M.Pd., guru MI Muhammadiyah 1 Kota Probolinggo. Pelatihan Jaya Melati 1 selanjutnya diisi dengan berbagai materi dan kegiatan kepanduan hingga Ahad (4/10/2026). (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 02/10/2026 20:11
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu