Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, membuka kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) tingkat Pengenal yang diselenggarakan Qobilah SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan olahraga sekolah dengan suasana tertib, khidmat, dan penuh semangat kepanduan.
Dalam sambutannya, Ramanda Fathurrahim Syuhadi menyampaikan apresiasi kepada Qobilah SMA Muhammadiyah 10 Surabaya yang dikenal sebagai SMAMX atas inisiatif menyelenggarakan Latgab Pandu Pengenal Hizbul Wathan sedaerah Kota Surabaya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kualitas kader kepanduan Hizbul Wathan.
“Ini kesempatan yang bagus bagi para Pandu Pengenal dalam mengikuti Latgab. Karena yang hadir di sini merupakan pandu pilihan. Jangan sia-siakan kesempatan baik ini,” ujarnya di hadapan peserta dan pembina.
Penulis buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000–2025 tersebut juga menilai SMAMX Surabaya memberikan ruang yang luas bagi para aktivis Hizbul Wathan untuk berkembang. Karena itu, ia berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat termotivasi melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
“Di SMAMX ini para aktivis Pandu HW mendapat tempat seluas-luasnya. Tentu ini kesempatan yang baik bagi adik-adik yang mengikuti Latgab ini untuk bisa meneruskan ke SMAMX Surabaya,” tambah pria asal Babat, Lamongan ini
Ramanda Fathurrahim juga berpesan agar para peserta terus aktif berlatih dan membangun jejaring pertemanan selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, semangat kebersamaan dan sinergi menjadi salah satu nilai penting dalam kepanduan Hizbul Wathan.
“Teruslah berlatih, teruslah bersinergi, dan mencari teman sebanyak-banyaknya dalam Latgab ini,” pesan penulis produktif ini
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan kepanduan Hizbul Wathan memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Anak-anak yang aktif dalam organisasi, lanjutnya, memiliki karakter yang berbeda karena terbiasa disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Sebagai penanda dimulainya Latgab Pandu Pengenal tersebut, dilakukan prosesi penancapan pisau ke buah kelapa dan penyematan tanda peserta kepada dua perwakilan peserta putra dan putri.
“Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, bismika tawakkaltu ‘alallah, laa haula wala quwwata illa billahil ‘azhim. Secara resmi Latgab Pandu Pengenal yang diselenggarakan Qobilah SMA Muhammadiyah 10 Surabaya dan diikuti sembilan Qobila ini dinyatakan dimulai,” ucapnya.
Upacara pembukaan diawali dengan pembacaan kalam ilahi, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya, dan Mars Hizbul Wathan. Kemudian dilanjut sambutan sambutan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan antusiasme. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments