Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Khutbah Idulfitri Prof Syafiq Mughni, Dari Ketaqwaan hingga Keadilan Global

Iklan Landscape Smamda
Khutbah Idulfitri Prof Syafiq Mughni, Dari Ketaqwaan hingga Keadilan Global
Ribuan Jamaah yang hadir di Sholat Idul Fitri di Lap Fasum Perumtas 3 Tulangan Photo Sumardani / PWMU.CO
pwmu.co -

Khutbah Idulfitri 1447 Hijriah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Syafiq Abdul Mughni, M.A menekankan pentingnya ketaqwaan, kejujuran, serta perjuangan menegakkan keadilan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Grabagan

Kegiatan Salat Idulfitri yang diselenggarakan oleh PRM Grabagan bersama Takmir Masjid Al Mahdi berlangsung di Lapangan Fasum Perumtas 3 Grabagan, Tulangan, Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Syafiq Abdul Mughni yang merupakan tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertindak sebagai khatib sekaligus menyampaikan pesan keagamaan yang mendalam kepada jamaah.

Syukur dan Hikmah Setelah Ramadan

Dalam mukadimah khutbah, jamaah diajak untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan menjalankan ibadah Ramadan.

Ia menegaskan bahwa setelah menunaikan puasa Ramadan, umat Islam diharapkan memperoleh hikmah berupa peningkatan kebaikan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran sebagai Jalan Kebaikan

Dalam khutbahnya, Prof Syafiq mengutip hadis Nabi yang menekankan pentingnya kejujuran. Sikap jujur akan mengantarkan pada kebaikan, sedangkan kebohongan dan kecurangan akan membawa pada keburukan.

Nilai ini menjadi indikator apakah seseorang benar-benar mendapatkan hikmah dari ibadah Ramadan atau justru kehilangan maknanya.

Fitrah Manusia dan Tanggung Jawab Sosial

Dengan merujuk pada Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 30, ia menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam fitrah untuk bertauhid dan menjalankan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sosial.

Idulfitri menjadi momentum untuk kembali pada fitrah tersebut, termasuk dalam memperkuat solidaritas sosial, membantu sesama, dan menunjukkan empati kepada mereka yang membutuhkan.

Peran Manusia sebagai Khalifah

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip Surah Al-Baqarah ayat 30 yang menegaskan peran manusia sebagai khalifah di bumi.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Peran ini menuntut manusia untuk menjaga kedamaian, menghindari kerusakan, serta menegakkan nilai-nilai keadilan dalam kehidupan.

Menurutnya, keberhasilan manusia sebagai khalifah dapat diukur dari kemampuannya menciptakan keamanan, ketertiban, dan menghindari konflik sosial.

Keadilan sebagai Kunci Perdamaian

Prof Syafiq menegaskan bahwa perdamaian tidak akan pernah terwujud tanpa keadilan. Oleh karena itu, setiap bentuk ketidakadilan, kecurangan, dan pengkhianatan harus dilawan.

Dalam konteks global, ia menyinggung berbagai konflik yang terjadi akibat ketidakadilan, yang berdampak pada penderitaan manusia di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, umat Islam memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan keadilan sebagai bagian dari ajaran agama.

Amanah sebagai Tanggung Jawab Besar

Di akhir khutbah, Prof Syafiq mengutip Surah Al-Ahzab ayat 72 yang menegaskan bahwa manusia memikul amanah besar yang tidak mampu dipikul oleh makhluk lain.

Amanah tersebut harus dijaga dengan penuh tanggung jawab, termasuk dalam mewujudkan kehidupan yang adil, makmur, dan damai.

Ia juga mengajak jamaah untuk terus berdoa agar bangsa Indonesia menjadi negara yang mampu menegakkan keadilan serta terhindar dari berbagai bentuk kezaliman.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 21/03/2026 04:57
  • Satria - 20/03/2026 21:05
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡