Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Tamanprijek agar semakin dikenal di tengah perkembangan teknologi terus dilakukan oleh Mahasiswa KKN 2 STAIM Karangasem Paciran, Selasa (25/8/2026).
Mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pemasangan 14 banner UMKM sekaligus penguatan identitas usaha melalui Google Maps (GMaps) di berbagai wilayah Desa Tamanprijek.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Mahasiswa KKN menyusuri berbagai wilayah, mulai dari RT 1 hingga RT 6, untuk mendatangi satu per satu lapak UMKM yang menjadi sasaran program. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan banner, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan usaha masyarakat melalui ruang digital.
Setibanya di masing-masing lokasi, mahasiswa melakukan dokumentasi berupa foto usaha, foto bersama pemilik UMKM, hingga membuat konten sederhana yang dapat digunakan sebagai media pengenalan usaha. Setelah itu, mahasiswa membantu melakukan pemasangan banner sebagai identitas fisik lapak agar lebih mudah dikenali oleh masyarakat sekitar maupun orang yang melintas.
Selain pemasangan banner, mahasiswa juga melakukan pengecekan dan pengunggahan foto usaha melalui Google Maps. Langkah tersebut dilakukan agar informasi visual mengenai UMKM dapat muncul ketika masyarakat maupun calon pelanggan mencari lokasi usaha melalui layanan peta digital.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang santai dan penuh keakraban. Interaksi antara mahasiswa dan pemilik UMKM menjadi bagian menarik dalam proses tersebut. Tidak hanya melakukan pemasangan, mahasiswa juga mengajak pemilik usaha untuk berfoto bersama dan membuat dokumentasi yang lebih menarik sehingga identitas usaha dapat ditampilkan secara lebih representatif di ruang digital.
Penguatan Digitalisasi UMKM
Moh. Faizal Muttaqin, selaku Ketua KKN 2 STAIM Karangasem Paciran, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari program penguatan digitalisasi UMKM yang sebelumnya telah dilakukan mahasiswa KKN.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai langkah untuk menguatkan identitas lapak UMKM yang ada di Desa Tamanprijek. Kami ingin usaha masyarakat tidak hanya dikenal oleh orang-orang di sekitar tempat mereka berjualan, tetapi juga memiliki jejak yang jelas di ruang digital. Banner menjadi identitas yang terlihat secara langsung, sedangkan dokumentasi dan unggahan di Google Maps menjadi identitas ketika orang mencari usaha tersebut secara digital,” ungkap Faizal.
Harapannya, semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan UMKM Tamanprijek, semakin terbuka pula peluang bagi usaha masyarakat untuk dikenal dan berkembang lebih luas.
Menurutnya, digitalisasi UMKM tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang rumit. Langkah sederhana seperti memiliki nama usaha yang jelas, banner yang mudah dikenali, dokumentasi yang baik, serta lokasi yang dapat ditemukan melalui Google Maps sudah menjadi bagian penting dalam membangun identitas usaha.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini juga menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung potensi usaha yang dimiliki masyarakat Desa Tamanprijek. Dari berbagai lapak yang didatangi, mahasiswa menemukan bahwa banyak usaha masyarakat memiliki produk dan potensi yang menarik, tetapi belum seluruhnya memiliki identitas yang kuat di ruang digital.
Karena itu, pemasangan 14 banner dan penguatan informasi usaha melalui Google Maps diharapkan menjadi langkah awal untuk membantu UMKM Tamanprijek lebih mudah ditemukan. Ketika identitas usaha semakin jelas, masyarakat tidak hanya memiliki tempat untuk berjualan, tetapi juga memiliki wajah usaha yang dapat dikenalkan kepada khalayak yang lebih luas.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN dalam mendampingi perkembangan ekonomi masyarakat. Dari satu RT ke RT lainnya, mahasiswa menyusuri Desa Tamanprijek untuk memastikan setiap UMKM yang menjadi sasaran mendapatkan pendampingan dan dokumentasi.
Lebih dari sekadar memasang banner, kegiatan ini menjadi upaya mempertemukan usaha lokal dengan perkembangan dunia digital. Sebuah lapak yang selama ini mungkin hanya dikenal oleh warga sekitar, kini mulai diperkenalkan melalui identitas visual dan ruang digital.
Melalui program tersebut, Mahasiswa KKN 2 STAIM Karangasem Paciran berharap UMKM Desa Tamanprijek semakin percaya diri untuk berkembang dan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pemasaran. Sebab, di tengah perubahan zaman, usaha lokal tidak harus kehilangan identitasnya—justru dengan memanfaatkan ruang digital, identitas tersebut dapat dibawa lebih jauh dan dikenal oleh lebih banyak orang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments