Setelah hampir satu bulan menjalankan pengabdian bersama masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) 2026 Kelompok 24 menutup rangkaian kegiatan di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (27/8/2026).
Penutupan tersebut menjadi akhir dari berbagai program yang dijalankan mahasiswa dengan mengusung tema “Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Ketahanan Pangan dan Penguatan Potensi Lokal.”
Kegiatan itu dihadiri mahasiswa KKN MAs Kelompok 24, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kasembon, Pemerintah Desa Wonoagung, serta masyarakat setempat.
Selama berada di Desa Wonoagung, mahasiswa menjalankan tiga program kerja unggulan, yakni Digitalisasi UMKM, Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan, serta Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Susu dan Limbah Organik.
Melalui program Digitalisasi UMKM, mahasiswa membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan dan mengembangkan usaha mereka.
Kegiatan tersebut meliputi pengenalan media sosial dan marketplace, pembuatan katalog produk, identitas digital usaha, serta pendampingan lokasi UMKM melalui Google Maps.
Di sisi lain, program Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kesehatan menyasar masyarakat melalui penyampaian informasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan dasar, termasuk pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Mahasiswa juga menjalankan sosialisasi pemanfaatan limbah susu dan limbah organik. Program tersebut dilaksanakan berdasarkan potensi peternakan sekaligus persoalan lingkungan yang ditemukan di tengah masyarakat.
Pemanfaatan limbah susu diperkenalkan agar dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat serta memiliki nilai guna dan ekonomi.
Selain tiga program unggulan, mahasiswa KKN MAs Kelompok 24 juga menjalankan sejumlah kegiatan lain. Di antaranya English Class, pengembangan soft skill melalui pemanfaatan bahan bekas, mengajar TPQ, hingga membantu proses pemerahan susu bersama masyarakat peternak.
Kegiatan sosial, seperti peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan kerja bakti pembangunan, turut menjadi bagian dari rangkaian pengabdian selama mahasiswa berada di Desa Wonoagung.
Koordinator Desa KKN MAs Kelompok 24, Oktafiyan Hilal Akmal, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf sekaligus terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan.
“Program KKN MAs di Wonoagung boleh berakhir, tetapi hubungan baik dan semangat untuk terus memberikan kebermanfaatan tidak harus berhenti sampai di sini.”
Perwakilan PCM Kasembon juga berpesan agar pengalaman mahasiswa selama berada di tengah masyarakat tidak berhenti sebagai bagian dari kegiatan KKN, tetapi menjadi bekal untuk terus memberikan manfaat setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
KKN MAs Kelompok 24 terdiri atas 14 mahasiswa yang berasal dari 11 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Kolaborasi lintas perguruan tinggi dan keilmuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program pengabdian di Desa Wonoagung.
Penutupan KKN MAs 2026 menjadi akhir dari rangkaian pengabdian mahasiswa di desa tersebut. Kelompok 24 berharap berbagai program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga manfaat pengabdian tetap berlanjut setelah mahasiswa meninggalkan Desa Wonoagung.





0 Tanggapan
Empty Comments