Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN MAS Kelompok 94 Dampingi Edukasi Stop Bullying di SMP Negeri 5 Karangploso

Iklan Landscape Smamda
KKN MAS Kelompok 94 Dampingi Edukasi Stop Bullying di SMP Negeri 5 Karangploso
Foto bersama Mahasiswa KKN MAS Kelompok 94 dan pengurus OSIS usai kegiatan edukasi Stop Bullying di SMP Negeri 5 Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (20/8/2026). (Zulfitra/PWMU.CO).
pwmu.co -

Mahasiswa KKN MAs Kelompok 94 turut mendampingi pelaksanaan edukasi Stop Bullying kepada pengurus OSIS di SMP Negeri 5 Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai perundungan, dampaknya, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah.

Kegiatan edukasi tersebut disampaikan oleh perwakilan mahasiswa KKN MAS Kelompok 94, yaitu Nasuha dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) dan Navila dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sementara itu, mahasiswa KKN MAS Kelompok 94 lainnya berperan sebagai pendamping selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Bahas Pengertian hingga Pencegahan Bullying

Pengurus OSIS menjadi peserta utama karena memiliki peran dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi Stop Bullying oleh Nasuha dan Navila. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak terhadap korban, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh siswa.

Peserta juga diberikan pemahaman bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi dapat berbentuk verbal, sosial, maupun perundungan melalui media digital.

Nasuha dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta menjelaskan pentingnya membangun kesadaran siswa agar mampu mengenali tindakan perundungan sejak dini.

Pemahaman tersebut diperlukan agar siswa tidak menganggap tindakan yang merugikan atau menyakiti orang lain sebagai hal yang biasa.

“Bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan karena dapat memberikan dampak bagi korban. Karena itu, penting bagi siswa untuk mengenali bentuk-bentuk bullying dan mengetahui bagaimana cara mencegah serta menyikapinya” ujar Nasuha.

Sementara itu, Navila dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menekankan pentingnya keberanian siswa untuk mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dapat dibangun melalui kepedulian, komunikasi, dan sikap saling menghargai antarsiswa.

“Ketika melihat atau mengalami bullying, siswa tidak perlu diam. Mereka dapat mencari bantuan dari guru, pihak sekolah, maupun orang yang dipercaya agar masalah tersebut dapat ditangani dengan baik” ujar Navila.

SMPM 5 Pucang SBY

Media Pendukung Pahami Perundungan

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi mengenai bullying. Video tersebut menampilkan contoh perilaku perundungan serta dampak yang dapat dialami oleh korban.

Pemutaran video menjadi media pendukung untuk membantu peserta memahami situasi perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama pengurus OSIS.

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas berbagai bentuk perundungan yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menyikapi tindakan tersebut.

Peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.

Mahasiswa KKN MAs Kelompok 94 berperan sebagai pendamping dalam setiap tahapan kegiatan. Pendampingan dilakukan mulai dari penyampaian materi, pemutaran video, hingga pelaksanaan diskusi.

Mahasiswa turut membantu mengarahkan peserta agar aktif menyampaikan pendapat dan mengikuti kegiatan dengan tertib.

Melalui penyampaian materi, pemutaran video, dan FGD, peserta memperoleh pemahaman mengenai bentuk dan dampak bullying serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MAS Kelompok 94 turut mendukung upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Edukasi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih positif, saling menghargai, dan peduli terhadap sesama.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 22/08/2026 21:23
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu