Semangat pengabdian nyata ditunjukkan oleh Mahasiswa Kelompok 194 KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Pada Sabtu (22/8/2026), tim mahasiswa turun langsung ke tengah masyarakat Desa Gedongboyountung, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.
Para Mahasiswa melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan gula darah bagi warga lanjut usia. Sekaligus pembagian bantuan sembako secara door-to-door alias dari rumah ke rumah.
Jangkau Langsung yang Membutuhkan
Berbeda dengan kegiatan yang biasanya terpusat di balai desa, kali ini mahasiswa KKN Kelompok 194 memilih pendekatan yang lebih personal dan hangat: mendatangi langsung kediaman para lansia.
Langkah ini diambil agar warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan bantuan tanpa harus bersusah payah datang ke tempat umum.
Di setiap rumah yang dikunjungi, mahasiswa melakukan:
- Pengecekan kadar gula darah secara gratis
- Konsultasi sederhana mengenai pola makan dan gaya hidup sehat
- Penyerahan paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya
- Pendataan kondisi kesehatan dan kebutuhan lansia secara langsung
Bentuk Kepedulian Nyata
Koordinator Desa (Kordes) Kelompok 194, Ahmad Dimas Putra Deva, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini. Menuutnya, Mahasiswa menyadari bahwa tak sedikit lansia di desa yang jarang sekali memeriksakan kesehatannya, terutama kadar gula darah.
“Padahal, penyakit seperti diabetes sering kali tidak disadari sampai kondisinya sudah parah” terangnya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin hadir bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga perhatian yang tulus.
“Kami ingin memastikan para lansia di Desa Gedongboyountung sehat, terurus, dan merasa bahwa mereka tidak sendirian. Harapan kami, kehadiran kami membawa sedikit kemudahan dan kebahagiaan bagi mereka” terangnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M Irkham Mamungkas ST MT yang turut mendampingi dan memantau jalannya kegiatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswanya:
“Saya sangat bangga melihat apa yang dilakukan oleh Kelompok 194. Mereka tidak hanya sekadar menjalankan tugas KKN, tetapi benar-benar memikirkan apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat” tuturnya.
Menurrutnya, mendatangi lansia satu per satu ke rumahnya adalah bentuk pelayanan yang sangat mulia.
“Ini mengajarkan kita bahwa membantu itu tidak harus menunggu orang datang kepada kita-kita yang harus hadir di tengah mereka” ujar Irkham.
“Semangat inilah yang kami tanamkan di Universitas Muhammadiyah Malang: ilmu yang bermanfaat, amal yang nyata. Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan manfaat bagi warga Desa Gedongboyountung” tegasnya.
Respons Warga
Di sisi lain, Warga Desa Gedongboyountung, khususnya para lansia yang dikunjungi, menyambut hangat kehadiran mahasiswa. Beberapa dari mereka yang mengaku sangat terbantu, sekaligus terharu diperhatikan oleh para pemuda.
“Terima kasih banyak, Nak. Kalian repot-repot datang ke rumah saya, cek kesehatan sekaligus bawa makanan. Semoga ilmu kalian berkah dan sukses selalu” ujar Sutini (78), salah satu lansia yang dikunjungi dengan mata berkaca-kaca bahagia.
Kegiatan pengecekan gula darah dan pembagian sembako ini menjadi salah satu bukti bahwa program KKN Berdampak UMM tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas akademik. Namun benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui langkah kecil namun tulus ini, mahasiswa Kelompok 194 telah menanamkan semangat kepedulian, kasih sayang, dan pengabdian yang sesungguhnya.
Semoga kebaikan ini terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap kesejahteraan para lansia di tengah masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments