PWMU.CO – Kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah Kecamatan Laren, Lamongan. Sriwilujeng, guru SMP Muhammadiyah 17 Laren yang dikenal sebagai sosok tangguh dan penuh kasih, dikabarkan wafat pada Jumat (22/5/2026) dini hari.
Kabar tersebut pertama kali tersebar melalui grup WhatsApp Ikatan Guru Muhammadiyah (IGM) sekitar pukul 04.20 WIB. Pesan singkat itu dikirim oleh Fathul Mubin dengan isi, “Busri (panggilan Sriwilujeng) meninggal”.
Empat menit kemudian, Ahmad Zainal Arifin membalas pesan tersebut dengan ucapan belasungkawa.
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun semoga khusnul khotimah pak, Busri.”
Berita tersebut sempat menimbulkan rasa tidak percaya bagi sebagian rekan sejawat. Namun, kabar wafatnya Sriwilujeng akhirnya dipastikan setelah dilakukan konfirmasi langsung kepada pihak keluarga.
Setelah kabar duka dipastikan, flyer berita duka segera dibuat dan disebarkan ke berbagai grup WhatsApp serta media sosial agar diketahui keluarga besar Muhammadiyah dan rekan-rekan guru lainnya.
Kepergian Sriwilujeng meninggalkan duka mendalam bagi para guru, siswa, pengurus Muhammadiyah, hingga masyarakat di Kecamatan Laren.
Salah satu muridnya yang kini menjadi rekan mengajar di SMP Muhammadiyah 17 Laren, Windy Dzaurotun Issabela, mengaku sangat kehilangan sosok almarhumah.
Menurutnya, Sriwilujeng merupakan pribadi tangguh yang penuh kesabaran dan kasih sayang dalam membimbing siswa.
“Kehadiran beliau bukan hanya sebagai seorang pendidik, tetapi juga sebagai sosok pengayom yang selalu memberi kenyamanan, semangat, dan nasihat di setiap langkah kami. Dengan kelembutan dan keteguhan hati, beliau selalu mengajarkan arti kebaikan serta perjuangan dalam meraih mimpi,” ungkapnya.
Ketua Ikatan Guru Muhammadiyah (IGM) Laren, Fathul Mubin, juga mengenang Sriwilujeng sebagai sosok guru yang supel, suka membantu, sabar, dan tidak mudah marah.
Ia menyebut, selama 34 tahun mengabdi sebagai guru, almarhumah menjalani berbagai keterbatasan fasilitas dan transportasi dengan penuh ketulusan.
“Almarhumah adalah sosok guru yang supel, suka membantu, sabar, tidak suka berprasangka buruk, dan tidak mudah marah. Tiga puluh empat tahun pengabdiannya sebagai guru dengan segala keterbatasan fasilitas dan transportasi di awal-awal mengajar, beliau alami dengan tulus. Almarhumah juga memiliki semangat mengajar dan dedikasi tinggi,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Nur Saidah, guru MIM 12 Centini Laren. Ia mengenang Sriwilujeng sebagai pribadi yang rendah hati dan sopan.
“Semoga almarhumah husnul khotimah,” katanya.
Sriwilujeng diketahui merupakan guru satmikal SMP Muhammadiyah 17 Laren berdasarkan surat keterangan mengajar sejak tahun 1995.
Selain itu, ia juga aktif mengajar di TK Aisyiyah Jabung Laren sejak tahun 1992 hingga sekarang.
Almarhumah yang berasal dari Dusun Badu, Desa Wanar, Kecamatan Pucuk itu juga aktif dalam organisasi Aisyiyah Ranting Jabung sebagai anggota pimpinan harian.
Di tingkat cabang, ia turut mengemban amanah sebagai anggota bidang LSBO Pimpinan Cabang Aisyiyah Laren.
Sebelum meninggal dunia, Sriwilujeng sempat menjalani perawatan selama satu malam di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSM Lamongan). Almarhumah dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.53 WIB.
Semoga almarhumah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.






0 Tanggapan
Empty Comments