Dalam upaya menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri dalam kehidupan sehari-hari, MIM 14 Prestisius Ponorogo menggelar program pembekalan life skill bagi siswa kelas 6 pada Senin (18/05/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara intensif selama satu minggu dengan menghadirkan 12 materi esensial yang dirancang untuk membentuk karakter mandiri dan tangguh pada peserta didik.
Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan tambahan, melainkan bagian dari ikhtiar madrasah dalam menjawab kebutuhan nyata kehidupan para siswa.
Peserta didik dibekali berbagai keterampilan dasar yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak menu sederhana, mencuci baju dan sepatu, menyetrika pakaian, hingga menjaga kebersihan diri atau personal hygiene.
Selain itu, siswa juga mendapatkan materi pengembangan diri seperti public speaking, tata krama, manajemen waktu, hingga manajemen keuangan.
Suasana kegiatan berlangsung hidup dan penuh antusiasme. Bahkan, berbagai sesi praktik diwarnai kehebohan yang mengundang tawa para siswa.
Pada sesi memasak, misalnya, siswa belajar menyiapkan makanan sederhana secara mandiri. Riuh suasana terlihat saat mereka sibuk mengiris bahan, mengaduk bumbu, hingga sesekali melakukan kesalahan yang justru menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Nasi goreng menjadi menu pilihan yang diolah dan disajikan sendiri oleh para siswa dalam kegiatan tersebut.
Kepala MIM 14 Prestisius Ponorogo, Miftahul Rahman, M.Pd menegaskan bahwa program life skill ini memang dirancang khusus untuk siswa kelas 6 sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Menurutnya, fase tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran akan tanggung jawab pribadi kepada anak.
“Materi life skill ini sengaja kami berikan agar anak-anak siap menjadi pribadi yang mandiri. Mau tidak mau mereka harus mulai sadar bahwa mereka bukan lagi anak kecil yang terus dilayani, tetapi justru harus mampu membantu meringankan beban orang tua, terutama dalam urusan pribadi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kemampuan sederhana seperti mencuci pakaian, membersihkan sepatu, dan merawat diri sendiri merupakan langkah awal menuju kemandirian.
Menurutnya, hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam membentuk karakter anak.
Lebih lanjut, Miftahul Rahman menekankan pentingnya keterampilan non-akademik yang kerap luput dari perhatian lembaga pendidikan.
Kemampuan berbicara di depan umum, mengelola waktu, mengatur keuangan, hingga memahami tata krama dalam kehidupan bermasyarakat dinilai sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak kita akan segera masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mereka harus siap, bukan hanya secara akademik, tetapi juga secara mental dan sosial. Di sinilah pentingnya life skill,” imbuhnya.
Melalui program tersebut, MIM 14 Prestisius Ponorogo berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kemandirian yang kuat.
Dengan bekal keterampilan hidup yang memadai, para siswa diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab.





0 Tanggapan
Empty Comments