Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LPCRPM PDM Surabaya Targetkan Juara CRM Award 2026

Iklan Landscape Smamda
LPCRPM PDM Surabaya Targetkan Juara CRM Award 2026
Sosialisasi dan Pembekalan CRM Award 2026 PDM Surabaya di Masjid Jendral Sudirman Surabaya pada Selasa malam (22/9/2026). (Yuda/PWMU.CO).
pwmu.co -

Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya menggelar agenda “Sosialisasi dan Pembekalan CRM Award 2026”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Jendral Sudirman Surabaya pada Selasa malam (22/9/2026) mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

​Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah se-Kota Surabaya dalam menghadapi ajang apresiasi bergengsi.

Tak lain, ajang tersebut adalah Cabang Ranting Masjid (CRM) Award 2026 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tradisi Prestasi jadi Pelecut Semangat

​Ketua LPCRPM PDM Kota Surabaya, M Jahja Sholahuddin SPd menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pembekalan tersebut. Menurutnya, ada antusiasme dan hal berbeda yang menjadi pembeda pada pelaksanaan periode kali ini.

​”Alhamdulillah hari ini kegiatannya luar biasa, ada hal yang berbeda. Bedanya, yang pertama, kita sudah memasuki dekade atau periode ketiga ini. Alhamdulillah, setiap tahun kita selalu berhasil mengikuti babak final di ajang Cabang, Ranting, dan Masjid di tingkat Pusat” ujarnya.

​Jahja menambahkan bahwa tradisi prestasi yang telah diukir selama beberapa periode terakhir menjadi pelecut semangat bagi LPCRPM PDM Surabaya untuk kembali menargetkan hasil maksimal.

Pihaknya optimistis bahwa perwakilan dari Kota Surabaya mampu bersaing ketat dan membawa pulang gelar juara.

​”Harapan kita di periode ketiga ini pun sama. Nanti pesertanya akan lebih banyak, dan insyaAllah kita siap untuk meraih juara serta masuk babak final 10 besar di tingkat pusat” tegasnya.

​Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, H Hasan Cholis SE yang hadir mewakili Ketua PDM Kota Surabaya.

​Dalam sambutannya, Hasan Cholis menegaskan bahwa ajang CRM Award yang kini memasuki pelaksanaan ketiga kalinya ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari pemenang semata.

Lebih dari itu, lanjutnya, CRM Award merupakan wadah fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) sekaligus sarana belajar bersama antar-cabang, ranting, dan pengurus masjid Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

“Alhamdulillah, sejak CRM Award pertama dan kedua, Surabaya selalu menyertakan perwakilan ke tingkat nasional” terang Hasan.

Bukan Hanya Cari Juara

Namun demikian, menurutnya CRM Award ini bukan hanya sekadar lomba untuk mencari juara.

“Ini adalah ajang fastabiqul khairat dan sarana belajar bersama untuk meniru mana cabang, ranting, maupun masjid yang terbaik agar bisa kita teladani” ujarnya.

​Ia berharap seluruh indikator dan kriteria penilaian yang disosialisasikan oleh LPCRPM dapat dipenuhi dan dilengkapi oleh setiap ranting maupun pengurus masjid.

Salah satu hal mendasar yang disinggung adalah pentingnya penataan identitas fisik masjid, seperti keseragaman papan nama masjid agar tampak jelas dan teratur.

​Hal krusial yang menjadi sorotan utama dalam sambutan tersebut adalah pentingnya penguatan kriteria penilaian di bidang ekonomi.

Hasan Cholis mendorong agar masjid-masjid Muhammadiyah di Surabaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah shalat ritual semata. Melainkan kembali pada fungsi peradaban sebagaimana yang dicontohkan pada zaman Rasulullah SAW.

​“Di zaman Nabi, masjid adalah pusat peradaban dan pusat pemberdayaan. Masjid memiliki potensi luar biasa. Selama ini dana infak, sedekah, maupun ZIS dari jamaah sering kali hanya disalurkan untuk kebutuhan konsumtif sekali pakai” tegas Hasan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Saatnya masjid-masjid kita memikirkan bagaimana dana tersebut dikelola secara produktif untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan jemaah di sekitarnya” paparnya.

3 Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Masjid

​Hasan Cholis membagikan beberapa contoh inovasi pemberdayaan ekonomi berbasis masjid yang nyata dan inspiratif. Di antaranya:

Pertama, Pemanfaatan Lahan Masjid Secara Kreatif: Mengoptimalkan aset/lahan kosong milik masjid untuk hal yang produktif.

Ia mencontohkan hasil panen pisang di area lahan masjid yang dilelang kepada jemaah. Jika dijual biasa di pasar nilainya puluhan ribu, namun melalui lelang hasil panen masjid bisa dihargai hingga ratusan ribu rupiah oleh jemaah yang ingin berinfak.

Kedua, Pembentukan Ekosistem Ekonomi Jemaah: Membangun grup komunikasi atau jejaring belanja jemaah. Melalui jejaring ini, jemaah yang memiliki usaha (seperti kuliner, jasa penjahit, pengelasan, hingga produk UMKM) dihubungkan langsung dengan jemaah lain sebagai konsumen.

Ketiga, Kolaborasi Usaha Antar-Cabang/Ranting: Mendorong PCRM maupun masjid untuk berani membuka unit usaha bersama.

Seperti minimarket, restoran, atau bisnis produktif lainnya melalui sinergi potensi antar-Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM).

​Hasan Cholis berharap pembekalan malam ini memberikan suntikan semangat bagi seluruh takmir masjid, pengurus cabang, dan ranting Muhammadiyah se-Kota Surabaya untuk terus berbenah, berinovasi, dan memakmurkan masjid demi kemaslahatan umat.

Apresiasi Ketua LPCRPM PWM Jatim

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr Hasan Ubaidillah MM hadir serta memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat LPCRPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya dalam menggelar agenda “Sosialisasi dan Pembekalan CRM Award 2026″.

​Kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk respons positif dalam menggerakkan potensi persyarikatan di tingkat akar rumput.

​Hasan Ubaidillah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas komitmen LPCRPM PDM Kota Surabaya yang dinilai konsisten membina dan memotivasi jajarannya.

​”Saya sangat berterima kasih sekali atas apa yang sudah dilakukan oleh LPCRPM PDM Kota Surabaya. Ini respons yang sangat baik dalam menggerakkan seluruh cabang, ranting, dan masjid” terang Hasan Ubaidillah.

“Saya pikir ini bentuk positif dari bagaimana LPCRPM PDM Kota Surabaya punya komitmen kuat menggerakkan gerakan Muhammadiyah ini di tingkat masyarakat,” ungkapnya.

​Hasan juga menitipkan pesan dan harapan besar kepada seluruh pengurus serta pengelola masjid dan ranting Muhammadiyah di Kota Surabaya agar terus menjaga semangat perjuangan.

Menurutnya, keberadaan ranting dan masjid merupakan pondasi utama dalam menghidupkan ideologi persyarikatan.

​”Harapan saya kepada pimpinan cabang, ranting, dan masjid, terutama kepada pengurus LPCRPM PDM Kota Surabaya, untuk terus bersemangat. Karena ideologi Muhammadiyah hanya bisa digerakkan kalau ranting dan masjid kita hidup” tegasnya.

​Melalui sosialisasi dan pembekalan ini, para pengurus cabang, ranting, serta pengelola masjid Muhammadiyah di Surabaya dibekali pemahaman materi, tata cara pendaftaran, hingga kriteria penilaian CRM Award 2026.

Harapannya, kegiatan ini tidak hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga mampu memicu pembinaan dan tata kelola organisasi serta masjid yang lebih unggul, berkemajuan, dan berdampak bagi masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 24/09/2026 01:24
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu