Dalam pelaksanaannya, jadwal rapat terkadang perlu disesuaikan apabila terdapat kegiatan lain yang harus diikuti kepala sekolah. Meski demikian, koordinasi tetap diupayakan melalui pertemuan langsung maupun komunikasi di luar rapat formal, terutama untuk membahas persoalan yang mendesak.
Pola koordinasi tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dan evaluasi bersama diperlukan agar program sekolah dapat berjalan sesuai rencana.
Selain itu, rapat menjadi ruang untuk membahas kendala sekaligus menentukan tindak lanjut yang perlu dilakukan.
Tak Hanya Fokus Administrasi
Dalam aspek pengawasan dan peningkatan kinerja, kepala sekolah menjelaskan bahwa sekolah memperhatikan kelengkapan administrasi sekaligus kedisiplinan pendidik dan tenaga kependidikan.
Sekolah juga telah memberikan pelatihan terkait penyusunan administrasi kelas untuk mendukung kompetensi guru.
Pengawasan administrasi dilakukan melalui pengumpulan dokumen, termasuk dalam bentuk berkas digital. Sementara itu, pengawasan kedisiplinan turut dilakukan melalui pemantauan kehadiran dan koordinasi dengan bagian kurikulum serta staf sekolah.
Apabila ditemukan keterlambatan atau persoalan kedisiplinan yang berulang, penanganannya dilakukan secara bertahap, mulai dari teguran dan pemantauan hingga pembinaan oleh kepala sekolah apabila diperlukan.
Pendekatan tersebut mempertimbangkan tanggung jawab guru terhadap proses pembelajaran dan pelayanan kepada siswa.
Kepala sekolah juga menekankan pentingnya keteladanan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab besar karena berhadapan langsung dengan siswa, terutama pada jenjang sekolah dasar.
Oleh karena itu, kedisiplinan, komitmen, dan tanggung jawab perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar melalui aturan tertulis.
Pengawasan tersebut juga melibatkan staf dan unsur sekolah lainnya sehingga kepala sekolah tetap memperoleh informasi mengenai kondisi tenaga pendidik dan kependidikan, termasuk ketika harus menghadiri rapat atau kegiatan di luar sekolah.
Mutu Sekolah Dibangun melalui Program dan Pelayanan
Dalam pembahasan mengenai mutu sekolah, Siti Jumaliah menjelaskan bahwa penilaian mutu perlu memperhatikan sejumlah aspek.
Mulai dari perkembangan penerimaan peserta didik baru, fasilitas pendukung, hingga kualitas program akademik dan pendidikan keislaman.
Sebagai sekolah berbasis Islam, SD Muhammadiyah 8 Surabaya memberikan perhatian terhadap pembentukan akhlak dan pembiasaan ibadah siswa.
Pada jenjang sekolah dasar, pembiasaan tersebut diharapkan menjadi fondasi agar siswa dapat melanjutkan kebiasaan baik ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Meski demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Dukungan keluarga dan lingkungan pergaulan juga berpengaruh terhadap keberlanjutan pembiasaan yang telah ditanamkan kepada siswa.
Selain program akademik dan keislaman, fasilitas sekolah turut berperan dalam mendukung mutu layanan pendidikan. Kepala sekolah menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas perlu mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, dan kebutuhan siswa.
Salah satu program yang mendapat respons positif adalah kegiatan outbound bagi siswa setelah pelaksanaan ujian tengah semester.
Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Batu tersebut dirancang sebagai sarana penyegaran sekaligus pembelajaran di luar kelas. Menurut penjelasan kepala sekolah, kegiatan itu mendapat sambutan baik dari siswa dan orang tua karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda.
Sekolah juga menggunakan hasil evaluasi program dan data pendidikan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebutuhan pengembangan. Melalui proses tersebut, sekolah berupaya menjaga kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan pelayanan kepada siswa dan orang tua.
Sekolah Terbuka terhadap Mahasiswa Umsura
Dalam wawancara tersebut, Siti Jumaliah menyambut baik kedatangan mahasiswa PAI Umsura yang melaksanakan observasi.
Ia menyampaikan keterbukaan sekolah terhadap mahasiswa yang ingin belajar dan memperoleh pengalaman langsung di lingkungan pendidikan.
“Kami sangat terbuka dengan anak-anak kampus Umsura, apalagi Umsura merupakan kampus Muhammadiyah” ujar Siti Jumaliah.
Beliau juga menjelaskan bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Airlangga (Unair) dan UIN Sunan Ampel Surabaya (Uinsa), pernah melaksanakan observasi di sekolah tersebut.
Sambutan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami dunia pendidikan secara lebih dekat, tidak hanya dari sisi pembelajaran di kelas, tetapi juga dari aspek pengelolaan program, koordinasi, evaluasi, dan pengawasan sekolah.
Pada akhir kegiatan, kelima mahasiswa menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah atas waktu, kesempatan, dan sambutan baik yang diberikan selama pelaksanaan observasi.
Bekal Calon Pendidik
Observasi PLP selama dua hari di SD Muhammadiyah 8 Surabaya memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam memahami dinamika pembelajaran dan pengelolaan sekolah.
Pengamatan di kelas memperluas pemahaman mengenai interaksi guru dan siswa, metode pembelajaran, serta fasilitas yang mendukung kegiatan belajar.
Sementara itu, wawancara bersama kepala sekolah memberikan wawasan mengenai pentingnya perencanaan anggaran, evaluasi program, rapat koordinasi, pengawasan kinerja, dan pembentukan budaya kerja yang disiplin.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan.
Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam mempersiapkan diri sebagai calon pendidik yang profesional, bertanggung jawab, serta mampu memahami kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah.






0 Tanggapan
Empty Comments