Pembelajaran di luar ruang kelas menjadi salah satu cara untuk memperluas pemahaman mahasiswa terhadap dunia kerja dan industri. Melalui kegiatan Studi Ekskursi, mahasiswa Program Studi Agribisnis dan Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berkesempatan melihat secara langsung proses produksi, pengelolaan mutu, hingga strategi pemasaran yang diterapkan di PT Amerta Indah Otsuka (AIO), Kejayan, Pasuruan, pada Rabu (3/6/2026).
Kunjungan industri tersebut diikuti oleh mahasiswa beserta dosen pendamping dari kedua program studi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mengenalkan praktik industri kepada mahasiswa sebagai pelengkap pembelajaran akademik di kampus.
“Kunjungan industri ini merupakan bagian dari upaya Program Studi dalam memberikan pengalaman belajar yang kontekstual kepada mahasiswa,” ungkap Resya Nurdyawati, Ketua Program Studi Agribisnis UMG.
Resya menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut mahasiswa dapat mengamati secara langsung penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sistem kerja yang digunakan di lingkungan industri. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai keterkaitan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dan praktik di lapangan.
Kegiatan studi ekskursi bertujuan menjembatani pembelajaran akademik dengan penerapan di dunia industri. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak menyusuri area pabrik untuk melihat proses produksi minuman isotonik Pocari Sweat di bawah pendampingan tim edukasi PT Amerta Indah Otsuka.
Mengenal Teknologi Produksi melalui Konsep Open Factory
Salah satu hal yang diperkenalkan kepada peserta adalah konsep Open Factory yang diterapkan perusahaan. Melalui konsep tersebut, area tertentu di pabrik dirancang menggunakan kaca transparan sehingga pengunjung dapat mengamati proses produksi tanpa mengganggu standar kebersihan dan keamanan yang berlaku.
Kegiatan ini didampingi oleh Dimas dari Tim Edukasi PT Amerta Indah Otsuka. Selama kunjungan, mahasiswa mengamati berbagai tahapan produksi yang memanfaatkan sistem otomatisasi, mulai dari proses pembuatan botol (resin injection), sterilisasi air, pencampuran bahan, pengisian (filling), hingga pengemasan (packaging).
Selain menyaksikan proses produksi, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai pengendalian mutu produk, penerapan teknologi industri, serta sistem pengawasan kebersihan dan keamanan pangan yang diterapkan perusahaan dalam proses produksinya.
Strategi Pemasaran Melalui Pendekatan Edukasi
Pada sesi berikutnya, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan.
“Pendekatan pemasaran kami tidak sekadar penjualan produk, melainkan mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan ion tubuh,” ujar Dimas.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program edukasi, termasuk konsep wisata Open Factory yang memungkinkan masyarakat melihat secara langsung proses produksi. Menurut Dimas, keterbukaan tersebut menjadi salah satu sarana untuk membangun pemahaman masyarakat terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga menyelenggarakan Pocari Sweat Run, kegiatan lari tahunan yang mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas olahraga.
Antusiasme Mahasiswa Selama Kunjungan
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti setiap sesi dengan antusias. Mereka tidak hanya memperoleh informasi mengenai proses produksi dan pemasaran, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan teknologi dalam industri manufaktur modern.
Kegiatan Studi Ekskursi ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan penyerahan cenderamata. Pada sesi tersebut, peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan terkait proses produksi, manajemen industri, serta peluang pengembangan sektor agribisnis dan agroteknologi di dunia kerja.
Salah satu peserta, Ahmad Khoiron Aldy Pratama dari Program Studi Agribisnis UMG, menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan yang relevan dengan materi perkuliahan.
“Studi ekskursi ini sangat bermanfaat bagi kami. Tidak hanya sekadar berkunjung, tapi kami mendapatkan banyak ilmu praktis langsung dari ahlinya,” kata Ahmad Khoiron Aldy Pratama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung proses kerja industri, penggunaan teknologi produksi, serta berbagai aspek pengelolaan perusahaan yang berkaitan dengan bidang studi yang mereka tekuni. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments