Majlis Tabligh PCM Kenjeran kembali menggelar Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Furqon, Platuk Donomulyo 5 Surabaya, Ahad (17/5/2026).
Kegiatan rutin pekan ketiga setiap bulan tersebut menghadirkan Achmad Tholhah dengan tema “Dakwah Bil Hal dalam Pemberdayaan Komunitas Warga Muhammadiyah Kenjeran Berkemajuan.”
Ratusan jamaah tampak antusias mengikuti pengajian yang menjadi salah satu agenda rutin dakwah Muhammadiyah di wilayah Kenjeran tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, menyampaikan apresiasi atas semangat jamaah yang istiqamah mengikuti pengajian Ahad ketiga setiap bulan.
Ia juga memuji kekompakan para takmir masjid yang hadir dengan seragam rapi dan kompak sebagai simbol kebersamaan dalam memakmurkan masjid.
“Pengajian rutin Ahad ketiga ini luar biasa. Takmir masjid dengan seragam yang bagus menunjukkan semangat kebersamaan dan semangat berkurban yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari,” ujarnya.
Ali Fauzi turut mengajak seluruh jamaah untuk ikut mempromosikan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sebagai bagian dari dakwah nyata di tengah masyarakat.
“Kami titip kepada seluruh jamaah untuk ikut mempromosikan amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kita harus bangga dengan amal usaha Muhammadiyah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga berharap adanya pelebaran Masjid Al Furqon yang diharapkan menjadi amal jariyah keluarga Bapak Efendi guna menunjang kenyamanan jamaah dalam beribadah maupun kegiatan dakwah.
Dalam tausiyahnya, Achmad Tholhah menegaskan pentingnya dakwah bil hal, yaitu dakwah melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, dakwah tidak hanya berhenti pada ceramah, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari yang membawa kedamaian dan kemanfaatan.
“Dakwah bil hal adalah dakwah dengan perbuatan konkret yang dilaksanakan secara nyata. Contohnya ketika bertemu mengucapkan salam dan berjabat tangan agar hidup lebih nyaman, damai, dan saling memaafkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dakwah bil hal memiliki landasan kuat dalam trilogi iman, Islam, dan ihsan. Nilai ihsan itulah yang menjadi ruh dakwah Muhammadiyah.
Tholhah juga menjelaskan bahwa semangat dakwah komunitas telah dicontohkan oleh Ahmad Dahlan melalui gerakan sosial Al-Ma’un seperti pendirian sekolah, panti asuhan, dan layanan kesehatan PKU Muhammadiyah.
“Semua itu berawal dari dakwah komunitas yang dibangun KH Ahmad Dahlan bersama para pedagang dan masyarakat. Dakwah tidak hanya berbicara, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi umat,” tuturnya.
Dalam akhir tausiyahnya, Tholhah berharap setiap masjid memiliki komunitas binaan seperti pembinaan mualaf, pembinaan masyarakat umum, maupun kelompok sosial lainnya agar masjid semakin berperan dalam membangun masyarakat berkemajuan dan humanis.
“Teologi Al-Ma’un mengajarkan bahwa manusia harus mendapatkan manfaat dari keimanan yang dimiliki. Dakwah bil hal harus nyata, jelas, dan memiliki dampak yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments