Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Melupakan Gadget, Anak-Anak Ini Asyik Bermain Ontong-Ontong Bolong

Iklan Landscape Smamda
Melupakan Gadget, Anak-Anak Ini Asyik Bermain Ontong-Ontong Bolong
pwmu.co -
Keseruan siswa TK ABA 10 Kalijaten bermain ontong ontong bolong. (Citra Sri Rohani/PWMU.CO)

PWMU.CO– TK Aisyiyah Bustanul Athfal 10 Kalijaten Taman Sidoarjo mengenalkan permainan tradisional dolanan bocah kepada siswa. Kegiatan berlangsung di teras halaman sekolah, Kamis  (24/10/2019).

Mengenalkan permainan tradisional ini dilaksanakan di setiapKamis masuk di jam pembelajaran sekolah. Permainan yang dikenalkan antara lain ontong-ontong bolong, engklek, dakon, egrang batok kelapa, lompat tali, dan selebur.

Ketika bermain ontong-ontong bolong suara siswa tampak seru. Wajah ceria dan tawa mewarnai mereka. Bahkan ada yang tertawa keras ketika salah dalam melakukan gerakan.

Anak-anak duduk melingkar. Kedua tangan menggenggam dengan jempol diangkat ke atas. Kemudian tangan ditumpuk dengan saling mengaitkan jempol. Terus ditumpuk hingga tinggi.

Anak yang tangannya paling atas bertugas menggoyangkan tangan dengan gerakan memutar. Mereka pun lalu ramai-ramai menyenandungkan lagu dolanan.

Ontong-ontong bolong, adu merak adu sapi, mecaho ndoge siji, lek gak pecah tak thuthuki, thok thok thok pyaaarrrr…..

Saat  masuk syair lek gak pecah tak thuthuki  tumpukan tangan diangkat lalu dijatuhkan tiga kali sesuai bunyi thok thok thok. Begitu sampai pada kata pyaaarrrr… tumpukan tangan paling bawah bubar lalu ditelungkupkan ke lantai keluar dari tumpukan.

SMPM 5 Pucang SBY

Permainan dilanjutkan lagi dengan menyanyikan lagu dolanan. Syair mecaho ndoge siji bisa diganti mecaho ndoge loro, telu atau pecah kabeh. Jika ingin telur pecah dua maka dua tumpukan tangan di bawah bubar.

Jika ingin versi panjang, permainan diteruskan dengan mencubit tangan yang tertelungkup sambil melantunkan syair. Titit tuit iki kembange opo? Pemilik tangan harus menjawab dia minta jadi kembang apa. Misal kembang melati, mawar, kamboja. Pencubit lalu meletakkan tangan itu ke anggota tubuh sesuai penempatan bunga.

Kepala TK Novirina Yudiarti mengatakan, kegiatan ini untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai jarang dikenal anak-anak. Permainan ini punya banyak manfaat untuk mereka.

”Kegiatan ini juga  mengurangi ketergantungan anak pada gadget. Agar anak-anak bisa bermain bersama dan bersosialisasi dengan temannya,” tandasnya. (*)

Penulis Citra Sri Rohani  Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡