
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Shalya Zulfa Aprila Syafila. (Tim Media FKIP Uhamka/PWMU.CO).
PWMU.CO – Menjadi mahasiswa aktif bukan berarti harus membatasi diri hanya pada kegiatan akademik. Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Shalya Zulfa Aprila Syafila dan Hamdan Hafidhuddin telah membuktikannya sendiri.
Dengan perencanaan matang dan semangat yang kuat, produktivitas dapat berjalan di tengah kesibukan kuliah.
Mengajar, Berorganisasi hingga Dunia Desain Grafis
Shalya Zulfa Aprila Syafila, atau akrab dengan sapaan Shalya Senpai atau Aya, merupakan mahasiswa semester 6, Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.
Ia menjalani banyak peran sebagai mahasiswa, pengajar Bahasa Jepang, aktivis organisasi kampus, dan juga seorang desainer grafis lepas.
“Alhamdulillah, saya masih bisa membagi waktu untuk kuliah, organisasi, dan bekerja. Kuncinya manajemen waktu dan menentukan skala prioritas” ungkap Shalya dalam sebuah wawancara.
Bagi Shalya, kuliah tetap menjadi prioritas utama. Untuk menjaga keseimbangan antara peran yang dijalani, ia mengandalkan journaling sebagai alat bantu perencanaan.
“Saya selalu membawa buku khusus berisi jadwal harian, mingguan, hingga bulanan. Di situ saya petakan semua aktivitas dan target,” ucapnya.
Sebagai mahasiswa Bahasa Jepang, Shalya juga menargetkan diri untuk meraih sertifikasi JLPT (Japanese Language Proficiency Test) pada level N3.
JLPT sendiri merupakan sebuah ujian untuk mengukur tingkat kemampuan bahasa Jepang untuk orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Jepang. Di tengah jadwal padatnya, ia tetap menyempatkan waktu belajar di malam hari.
Usaha Desain Grafis
Di samping kuliah, Shalya juga mengajar Bahasa Jepang, di SD Muhammadiyah. Ia merasa bahwa pekerjaan ini mendukung pembelajaran akademiknya.
Dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester, Shalya menjawab teknik penyusunannya. “Sebagian besar kurikulum sudah disiapkan sekolah. Saya tinggal menyusun modul harian dan media pembelajaran sesuai tema” ucap Shalya.
Menariknya, di tengah kesibukan tersebut, Shalya juga menjalankan usaha desain grafis yang ia tekuni secara mandiri sejak SMA.
Sebelumnya, ia juga sempat menjadi guru mengaji di sebuah TPA dekat rumah. Namun kegiatan itu harus dihentikan sementara karena bertabrakan dengan jadwal kuliah dan organisasi.
Selain itu, Shalya juga dikenal aktif dalam organisasi ada beberapa Organisasi. Salah satunya Himpunan Mahasiswa dan Juga Dewan Perwakilan Mahasiswa Sebagai anggota aktif Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).
Dalam mengikuti beberapa organisasi tersebut, Shalya mengaku harus pandai mengatur waktu. Apalagi, ia merupakan wakil ketua umum di Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang. Kini, ia menjabat pengawas komisi 1 di Dewan Perwakilan Mahasiswa.
“Kalau ada jadwal organisasi yang bentrok dengan mengajar, saya prioritaskan pekerjaan dan koordinasi untuk penjadwalan ulang” tuturnya.
Penulis Tim Media FKIP Uhamka, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments