Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) berkomitmen membangun pendidikan berbasis kolaborasi antara sekolah dan orang tua dengan menggelar seminar parenting, Sabtu (23/5/2026) di Auditorium AR Fachruddin lantai empat.
Dengan mengusung tema “Tingkatkan Peran Kolaborasi Bersama, Orang Tua Siap, Sekolah Sigap” tersebut menghadirkan narasumber Dr Dody Trisna Amijaya MPd CH CHt yang membawakan materi seputar pola pengasuhan, pengendalian emosi, serta pentingnya membangun rasa percaya diri anak sejak dini.
Dalam seminar tersebut disampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah saja. “Ada sekitar 60 persen pembentukan karakter anak berasal dari rumah atau keluarga, sedangkan sekolah dan lingkungan atau pergaulan masing-masing berkontrubusi sebesar 20 persen,” ujar Dr Dody.
Lingkungan yang Sehat
Lebih lanjut Dr Dody, Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam menghadirkan lingkungan yang sehat secara emosional, spiritual, dan moral bagi anak-anaknya.
Ia juga menegaskan bahwa sosok ayah memiliki peran besar sebagai pemimpin keluarga. Hal ini sejalan dengan prinsip “wal abu mudiruha” bahwa ayah adalah pengarah dan penanggung jawab utama dalam keluarga. Ayah tidak cukup hanya hadir sebagai pencari nafkah atau sekadar mentransfer uang, tetapi juga harus mentransfer nilai, moral, perhatian, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah,” jelasnya.
Selain itu, peran ibu juga sangat penting sebagai madrasah pertama bagi anak, sebagaimana ungkapan “al ummu madrosatul ula”. Ibu menjadi sumber kenyamanan emosional, pendidikan awal, dan pembentuk kebiasaan positif anak di rumah.
Dalam sesi parenting, peserta juga diajak memahami pentingnya regulasi emosi dalam pengasuhan. Orang tua perlu menyadari bahwa pola pengasuhan sering dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil masing-masing. Karena itu, proses membereskan inner child, memaafkan orang tua, mengambil hikmah dari masa lalu, serta terus belajar menjadi orang tua yang lebih baik menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat.
Di akhir paparannya Dr Dody berpesan kepada peserta yang hadir sebagai berikut.
- Ayah memastikan ibu bahagia agar suasana rumah menjadi lebih hangat.
- Orang tua memastikan anak merasa dicintai dan bahagia.
- Regulasi emosi lebih penting daripada sekadar kemarahan sesaat.
- Pengasuhan adalah proses belajar seumur hidup.
Kegiatan yang dihadiri oleh 150 wali murid ini mendapat antusiasme tinggi dan interaktif. Acara yang dihadiri oleh ketua Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, Dr H Izza Anshori ST MT bersama jajarannya dan wakil kepala SD Muhlas Endarwati Choiriah SE.MP.dI bersama wali kelas 1 dan tim panitia ini diakhir dengan penyampaian program kelas 1 tahun ajaran 2026-2027. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments