Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan menggelar kajian diniyah bertema jurnalistik dasar pada Jumat (22/5/2026). Kegiatan tersebut membahas teknik membuat berita yang baik dan benar sesuai unsur 5W+1H.
Kajian yang berlangsung pada malam hari itu diikuti para santri dengan penuh antusias di lingkungan panti asuhan.
Materi disampaikan Anggota LDK PP Muhammadiyah Ahmad Nur Muhaimin, S.Ud. dengan metode yang komunikatif dan mudah dipahami peserta.
Dalam pemaparannya, Ustadz Muhaimin menjelaskan bahwa berita yang baik harus memuat unsur 5W+1H, yaitu What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana).
Menurutnya, unsur tersebut menjadi dasar penting agar informasi yang disampaikan lengkap, jelas, dan mudah dipahami pembaca.
Selain teori, peserta juga mendapatkan penjelasan tentang cara membuat judul berita yang menarik serta teknik menyusun paragraf berita secara runtut.
Para santri kemudian diminta mempraktikkan langsung dengan membuat berita sederhana berdasarkan kejadian di sekitar mereka.
Kajian berlangsung interaktif karena para santri aktif bertanya dan berdiskusi mengenai teknik penulisan berita.
“Saya sangat senang bisa mengikuti kajian diniyah malam ini karena materinya sangat bermanfaat, terutama tentang cara membuat berita yang baik dan benar sesuai unsur 5W+1H,” ujar salah satu santri.
“Penjelasan dari Ustadz Muhaimin juga mudah dipahami sehingga kami jadi lebih mengerti bagaimana menyusun berita dengan jelas dan menarik. Semoga ilmu yang diberikan di Panti Asuhan KH. Achmad Dahlan ini bisa bermanfaat dan diterapkan dalam kegiatan sehari-hari,” lanjutnya.
Suasana belajar yang santai membuat peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan selama kajian berlangsung.
M. Iqbal, salah satu santri peserta kajian, mengaku mendapatkan wawasan baru tentang dunia jurnalistik.
“Saya jadi tahu betapa pentingnya memahami konteks sebuah peristiwa agar berita yang dibuat benar-benar memberikan manfaat bagi pembaca,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, panti asuhan berharap dapat melahirkan jurnalis muda berbakat dari kalangan pesantren yang tidak hanya memahami teknik menulis, tetapi juga memiliki integritas dalam menyampaikan informasi.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan karakter santri agar mampu memadukan ilmu, akhlak, dan semangat dakwah dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana pesan KH. Achmad Dahlan:
“Ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah.”
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para santri untuk mengenal dunia jurnalistik secara lebih profesional sekaligus memperkuat karakter keimanan sebagai generasi penerus bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments