Pengalaman naik pesawat kali ini benar-benar luar biasa. Pesawat yang saya naiki terasa sangat besar, tenang, dan nyaman. Saya duduk di urutan keempat dari depan, urutan keenam dari kiri, atau barisan tengah karena setiap ruangan di pesawat dibagi menjadi tiga bagian kursi.
Dalam satu baris terdapat susunan kursi 3-3-3. Jumlah jamaah yang memenuhi pesawat membuat suasana terasa ramai, tetapi tetap nyaman.
Mungkin karena tubuh sudah sangat lelah setelah proses panjang sejak dari embarkasi, badan ini tidak perlu menunggu lama untuk beristirahat. Begitu duduk dan menemukan posisi yang nyaman, saya langsung tertidur pulas.
Saya baru terbangun ketika pramugari mengumumkan bahwa makan malam akan dibagikan.
Makan Malam Hangat di Atas Pesawat
Menu makan malam di pesawat Saudia ternyata sangat lengkap. Ada nasi, daging sapi, sayur, kentang goreng kering, roti, puding, hingga pilihan minuman teh, kopi, atau jus.
Pilihan jusnya pun beragam: mangga, jeruk, dan apel. Saya memilih jus mangga.
Suasana pesawat mendadak ramai. Semua jamaah menikmati makanan dengan tenang dan lahap. Saya sendiri menikmati makan malam itu dengan sungguh-sungguh karena seluruh makanan masih terasa hangat dan lezat.
Nasinya terasa enak dipadukan dengan daging sapi berbumbu kare. Rasanya bukan rendang, tetapi kaya rempah dan sangat cocok disantap saat udara kabin terasa dingin.
Setelah nasi habis, saya langsung melanjutkan makan roti yang dilengkapi saus tomat agak pedas. Entahlah apakah urutan makan seperti itu benar atau tidak, yang penting semuanya terasa nikmat dan habis disantap.
Sesudah itu saya menikmati puding mangga sebagai penutup. Rasanya lembut dan segar. Makan malam pun diakhiri dengan jus mangga dingin yang menyegarkan.
Kalau sudah begini, rasanya lupa sejenak dengan kadar gula yang selama ini sering ditakuti. Semua terasa baik-baik saja dan mudah-mudahan memang benar-benar baik-baik saja.
Transit Sebentar di Medan, Lalu Terbang 8 Jam ke Jeddah
Setelah makan selesai, saya kembali tertidur hingga akhirnya terbangun saat pesawat akan berhenti sejenak di Bandara Polonia Medan untuk mengisi bahan bakar.
Sesudah pengisian bahan bakar selesai, pesawat kembali melanjutkan perjalanan menuju Jeddah. Inilah penerbangan yang lebih panjang, sekitar delapan jam menuju Arab Saudi.
Insyaallah pesawat akan tiba di Bandara Jeddah sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat.
Saya pun kembali memejamkan mata sambil membaca doa perjalanan:
_Bismika Allahumma ahya wa bismika amut_
Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.
Perjalanan menuju Tanah Suci terus berlanjut.





0 Tanggapan
Empty Comments