Dunia komunitas otomotif sering kali diidentikkan dengan aktivitas berkumpul, berkendara jarak jauh, dan memamerkan kendaraan.
Namun, di tangan para kader Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LSBO PDM) Kota Bekasi, hobi berkendara sepeda motor disulap menjadi sebuah sarana dakwah yang kreatif dan berdampak nyata.
Melalui komunitas BikersMu, kegiatan Saturday Morning Riding atau yang lebih akrab disapa Satmori tidak sekadar menjadi ajang melepas penat di akhir pekan.
Melainkan sebuah misi mulia untuk menyapa sesama, memperkuat ukhuwah islamiyah, dan merajut sinergi lintas daerah yang melintasi batas administratif kota dan kabupaten.
Menjalin Sinergi Kuat Antar-Pimpinan Daerah
Perjalanan yang dilaksanakan pada awal September 2026 ini merefleksikan bagaimana dakwah kultural dapat dijalankan dengan cara yang segar dan menyenangkan.
Di bawah komando Ketua BikersMu Kota Bekasi, Ridwan Eko, rombongan pengendara motor ini membuktikan bahwa persaudaraan antarkader tidak boleh terhalang oleh sekat wilayah.
Singgah pertama di Kabupaten Bekasi menjadi momentum penting untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta mempererat hubungan harmonis dengan jajaran pengurus LSBO PDM setempat, seperti Bapak Fahrul dan Bapak Sultoni.
Pertemuan hangat di pagi hari itu mencerminkan solidnya barisan kader Muhammadiyah dalam mengemban misi dakwah yang mencerahkan.
Menghidupkan Suasana Ceria Bersama Para Santri Jonggol
Petualangan dakwah bermotor ini kemudian berlanjut menuju destinasi berikutnya yang jauh lebih dinamis, yakni Buya Hamka Boarding School di Jonggol, Bogor.
Kedatangan rombongan BikersMu disambut dengan senyum ramah dan antusiasme tinggi oleh para dewan guru, termasuk Ustadz Fihry, Ustadz Adit, Ustadzah Aisyah, serta Ustadzah Rafida.
Kehadiran para biker berompi dakwah ini langsung mencairkan suasana.
Kompleks pesantren yang biasanya tenang mendadak bergemuruh oleh gelak tawa dan rasa ingin tahu yang tinggi dari para santri tatkala acara interaktif dimulai.
Kejutan Edukatif dari Manusia Kalender Indonesia
Daya tarik utama dari kunjungan tersebut adalah kehadiran Zenza TekSas, yang juga dikenal luas sebagai Manusia Kalender Indonesia.
Dengan kepiawaiannya yang luar biasa, ia membawakan Game Kalender interaktif yang sukses membuat para santri terpukau sekaligus berpikir kritis.
Permainan ini tidak hanya menjadi hiburan yang menyegarkan pikiran di tengah rutinitas padat pesantren, tetapi juga merangsang ketajaman logika para pelajar.
Edukasi yang dikemas secara jenaka dan menghibur ini membuktikan bahwa dakwah Islam dapat disampaikan melalui pendekatan seni dan keterampilan yang dekat dengan dunia anak muda.
Membakar Semangat Juang Generasi Muda Islam
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi motivasi belajar yang dibawakan secara kolaboratif oleh Zenza TekSas dan Ustadz Mardi.
Di hadapan puluhan santri, mereka menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang pentingnya menjaga kedisiplinan, merawat kesehatan fisik melalui hobi yang positif, serta menumbuhkan cita-cita tinggi demi kemajuan umat dan bangsa.
Satmori ala BikersMu ini pada akhirnya memberikan teladan segar bahwa hobi personal dapat diintegrasikan dengan tanggung jawab sosial dan keagamaan.
Perjalanan lintas wilayah ini meninggalkan jejak inspirasi mendalam, menegaskan bahwa syiar Islam dapat ditebarkan ke mana saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja yang menyenangkan.





0 Tanggapan
Empty Comments