Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Samata, kabupaten Gowa, kembali menggelar kegiatan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Indah Borong Raukang, Samata kabupaten Gowa, Sabtu (25/7/2026).
Usai shalat subuh, agenda berlanjut dengan sepatah kata dari Ketua DKM Masjid Nurul Indah, Dr Muhammad Yusuf SPd MPd.
Ia menguraikan keberadaan masjid yang dibangun atau diinisiasi oleh Hj Dra Nur Indah Bakkidu MPd, seorang akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM).
“Mewakili para pengurus dan jamaah Nurul Indah, kami merasa gembira dan menyambut dengan hangat kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah di masjid ini” terang Yusuf.
“Kami juga mohon maaf bilamana dalam pelaksanaan kegiatan, terdapat banyak kekurangan” ungkap salah satu dosen di UNM dan pemegang kartu Muhammadiyah ranting Samata itu.
Perluas Dakwah di Spanyol
Acara berlanjut dengan sambutan Ketua PRM Samata, Prof Dr KH Mustari Bosra MA yang mengupas keberadaan Muhammadiyah sebagai organisasi besar di tanah air dan mancanegara.
“Alhamdulillah, dalam rangka memperluas dakwah Islam dan mengembalikan fungsi sejarah bangunan, Muhammadiyah telah membeli sebuah gereja di Madrid, Spanyol dengan harga sekitar 3 juta euro atau setara Rp45 miliar” ujar Kiai Mustari yang juga wakil ketua MUI Sulawesi Selatan,
Selain itu, Kiai yang juga Guru Besar Ilmu Sejarah di UNM itu membeberkan amal usaha pendidikan Muhammadiyah yang berada di Malaysia dan Australia. Antara lain Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australia College (MAC).
Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal pendiriannya telah konsisten terhadap pendidikan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,
“Dan untuk membantu anak-anak usia dini dari keluarga warga Indonesia dan Malaysia (kawasan Melayu) yang tinggal di Kairo, telah lama Muhammadiyah dirikan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Kairo, yang didirikan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Kairo, Mesir” Ungkap Kiai yang juga DIrektur Poltekes Muhammadiyah itu.
Sebagai puncak acara, tampil membawakan tausiyah adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Gowa, Ustad H Ardan Ilyas SPdI MA yang mengupas berbagai hal termasuk ke-Muhammadiyaan.
“Muhammadiyah itu, bukan karena ada kartunya, tetapi siapapun yang mengikuti ajaran Rasulullah SAW, seperti shalat berjamaah di masjid misalnya, maka dia adalah Muhammadiyah atau yang berarti pengikut Muhammad” ujarnya.
Acara bersambung dengan santap pagi bersama para jamaah dan pengurus PRM Samata. Hadir juga ketua PCM Sungguminasa Ustad Arifin Idris serta pengurus Muhammadiyah dan beberapa tokoh masyarakat Samata lainnya.





0 Tanggapan
Empty Comments