Sekolah Riset SD Muhammadiyah 1 Paiton (SD Mutu Paiton) terus memperkuat kualitas layanan pendidikan melalui pengembangan strategi branding sekolah. Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar workshop bertajuk “Level Up School Branding: Strategi Meningkatkan Reputasi, Kepercayaan, dan Daya Saing Sekolah di Era Digital”, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan ini menghadirkan narasumber Dr. Mulyana A. Z., M., yang membagikan berbagai strategi membangun citra sekolah agar semakin dipercaya masyarakat dan mampu bersaing di era digital.
Workshop diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat. Suasana semakin semarak ketika Ananda Amjad Balqis Humairoh, siswa Kelas 4 Inggris A, dipercaya menjadi dirigen.
Dengan penuh percaya diri, Aqis memimpin seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya. Penampilannya yang tenang dan penuh semangat mendapat apresiasi dari narasumber maupun seluruh peserta workshop.
Dalam sambutannya, Kepala SD Mutu Paiton, Ustadzah Irhamni Lailatul Maghfiroh, S.Pd., mengajak seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensi serta tidak cepat merasa puas dengan berbagai capaian yang telah diraih.
Menurutnya, perubahan zaman menuntut pendidik untuk selalu belajar, beradaptasi, dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan pendidikan.
“Guru tidak boleh berhenti di zona nyaman. Kita harus terus berinovasi agar mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan membawa sekolah semakin unggul,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PCM Paiton, Sigit Prasetyo, S.T., M.Pd., mengingatkan bahwa profesi guru merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Guru itu tidak perhitungan,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan sekolah.
Memasuki sesi utama, Dr. Mulyana mengajak seluruh peserta melakukan refleksi dengan memberikan penilaian terhadap kondisi sekolah menggunakan skala 1 hingga 10.
Penilaian tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan posisi sekolah sebelum menyusun strategi pengembangan yang lebih terarah.
Selanjutnya, peserta dibagi menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri atas lima hingga enam orang.
Melalui diskusi tersebut, para guru merumuskan strategi pengembangan sekolah berdasarkan lima materi utama, yaitu:
- Strategi meningkatkan nilai uang sekolah.
- Mendesain keunggulan sekolah.
- Merancang bilingual class.
- Strategi sukses Tes Kemampuan Akademik (TKA).
- Memaksimalkan peran komite sekolah sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dr. Mulyana menjelaskan bahwa besaran uang sekolah tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi dipengaruhi oleh posisi dan citra sekolah di mata masyarakat.
“Uang sekolah itu ada rumusnya dan dipengaruhi oleh posisi zona,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi nilai tersebut, yakni kualitas akademik dan nonakademik yang berada di atas rata-rata, termasuk prestasi guru, pelayanan prima sebagai keunggulan sekolah, serta fasilitas yang bersih, lengkap, dan representatif.
Melalui workshop ini, SD Mutu Paiton berharap lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat branding sekolah, meningkatkan kepercayaan masyarakat, sekaligus mewujudkan sekolah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing menuju sekolah bertaraf internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments