Apa yang dapat ditemukan dalam perjalanan sekitar 10 menit menyusuri gang-gang sempit Kauman, Yogyakarta? Bukan sekadar deretan rumah warga, tetapi juga jejak perjalanan dakwah, pendidikan, dan pembaruan pemikiran yang pernah tumbuh dari kawasan tersebut.
Langkah dari kawasan Masjid Gedhe Kauman menuju Langgar Kidul K.H. Ahmad Dahlan pada Ahad (24/8/2026) menjadi perjalanan singkat yang membawa pada berbagai jejak sejarah Muhammadiyah.
Perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang permukiman. Di sepanjang rute, sejumlah tempat seolah menghubungkan satu jejak dengan jejak lainnya. Ada sekolah yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan Muhammadiyah, makam Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan yang mengingatkan pada perjuangan pendidikan perempuan, hingga Langgar Kidul yang menjadi salah satu penanda penting perjalanan K.H. Ahmad Dahlan.
Jejak di Tengah Permukiman Kauman
Setibanya di Langgar Kidul, suasana sederhana langsung terasa. Bangunan langgar berada di tengah permukiman warga dan berdampingan dengan rumah-rumah penduduk.
Kedekatan antara ruang ibadah dan lingkungan tempat tinggal menghadirkan gambaran tentang kehidupan masyarakat Kauman pada masanya. Ruang untuk beribadah, belajar, berdiskusi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tumbuh dalam lingkungan yang saling berdekatan.
Kawasan Kauman sendiri menjadi salah satu ruang penting dalam perjalanan dakwah dan pemikiran K.H. Ahmad Dahlan. Dari lingkungan inilah semangat pembaruan Islam berkembang, termasuk gagasan mengenai pentingnya pendidikan.
Bagi Ahmad Dahlan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu. Pendidikan juga memiliki hubungan erat dengan pembentukan pribadi dan kemanfaatan manusia bagi kehidupan di sekitarnya.
Semangat tersebut kemudian tercermin dalam upaya pembaruan pendidikan yang memadukan pengajaran agama dengan pengetahuan umum. Pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan manusia yang memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu memahami persoalan kehidupan dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Dari Langgar hingga Pesan Al-Ma’un
Langgar Kidul juga mengingatkan pada semangat pengajaran Surat Al-Ma’un yang lekat dengan perjalanan dakwah K.H. Ahmad Dahlan. Pesan yang terkandung di dalamnya mengajarkan bahwa pemahaman agama tidak berhenti pada pengetahuan dan hafalan.
Nilai-nilai agama perlu diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama dan tindakan nyata.
Dari perspektif pendidikan, gagasan tersebut menghadirkan pertanyaan penting: untuk apa seseorang belajar jika pengetahuan yang diperoleh tidak membawa manfaat bagi kehidupan?
Di sinilah pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses menyampaikan ilmu, tetapi juga sebagai jalan untuk membentuk manusia yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial.
Jejak semangat pendidikan itu tidak berhenti pada masa lalu. Keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah di kawasan Kauman menjadi salah satu gambaran berlanjutnya perhatian terhadap pendidikan hingga hari ini.
Merenungkan Pendidikan Masa Kini
Lebih dari satu abad kemudian, dunia pendidikan telah mengalami perubahan besar. Teknologi berkembang pesat, informasi dapat diakses dengan cepat, dan ruang belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas.
Namun, perubahan tersebut tidak menghilangkan pertanyaan mendasar tentang tujuan pendidikan.
Pendidikan seperti apa yang mampu melahirkan manusia berilmu sekaligus memiliki kepedulian dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat?
Pertanyaan itu terasa semakin relevan ketika menelusuri kembali jejak pembaruan pendidikan yang pernah tumbuh dari Kauman.
Bagi pendidik masa kini, perjalanan singkat menyusuri kawasan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dan merenungkan kembali makna pendidikan.
Napak tilas bukan sekadar mengunjungi tempat-tempat bersejarah atau mengenang tokoh masa lalu. Lebih dari itu, perjalanan tersebut dapat menjadi ruang untuk memahami gagasan yang pernah tumbuh di sana, kemudian membawa semangatnya ke dalam tantangan zaman yang terus berubah.
Dari gang-gang sempit Kauman, perjalanan itu akhirnya membawa pada sebuah pemikiran yang tetap relevan hingga kini: pendidikan bukan hanya tentang membuat manusia mengetahui banyak hal, tetapi juga tentang membentuk manusia yang mampu mengubah pengetahuan menjadi kemanfaatan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments